Wednesday, May 07, 2008

RUMAH (ku)

Ada banyak hal tentang RUMAH (ku); sejarahnya, pemiliknya, orang-orang yang pernah berdiam, yang pernah berkunjung, kenangan, pendaran cahaya di jendela, bisikan angin di kisi-kisinya, semua jadi kesatuan yang menggirangkan.

Dari sebuah rumah akan muncul energi, kekuatan, spirit, inspirasi juga kedamaian.

Kita memilih rumah, namun juga rumah memilih kita..


Rumahmu enak buat tidur dan istirahat, kata teman-teman, ...
Rumah ini berhantu kata tukang parabola..dan aku hanya meringis lucu, karena hanya orang-orang bernyali kecil dan bermaksud jahat yang biasanya didatangi hantu rumah ini.
Benar, Rumahmu ada hantunya kata kekasihku.., dan mereka menjadi akrab karena sejenis :-) bahkan di masa depan mungkin kekasihku akan jadi presiden para hantu di Republik ini.
Tinggal setahun lagi aku menempati rumah ini karena pemilik sekaligus pewarisnya akan membongkar menjadi rumah yang lebih layak untuk berdiam sekaligus bisnis. Well, someday aku berharap akan memiliki sebuah rumah yang mirip, bukan bentuknya, tetapi karakter pemiliknya yang disiplin, murah hati dan penuh kasih. Sebuah rumah tempat bertanya, tempat belajar dan bertumbuh, sebuah tempat untuk menemukan kemanusiaan.
Mengapa aku suka rumah seperti ini? besar dengan halaman luas, jendela dan kamar yang banyak-padahal aku cuma sendiri. Karena kenangan akan rumah orangtuaku di masa kanak-kanak. Orangtuaku sering mengadakan pesta dan jamuan makan, sering mengundang orang diskusi dan bernyanyi, bahkan rumah kami dulu menjadi tempat penampungan orang2 kampung yang datang ke jakarta untuk sementara sebelum mereka dapat pekerjaan, pusat kegiatan budaya dan rohani.

1 comment:

Anonymous said...

Entah kenapa aku suka model rumahmu itu. Bentuknya mungil, manis, dan manusiawi (ada halaman luas, ada tanaman, dan terkesan terbuka, ramah dan bersahabat). (Arsitektur gaya apa ya namanya?)

Di Jl. Gereja (mungkin salah satu jalan tertua di Siantar) masih ada tersisa rumah seperti itu.

Sayangnya sudah ditambah pagar besi ya :-(

Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (matius 6:27)

Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?

ANTUSIASME 2008

Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.

sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.

Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.

Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)