Thursday, March 08, 2007

LOVE PART THREE : Maaf Anda Belum Punya Suami?




"Begitu tidak ada lagi makna, semua hal menjadi dapat dihadapi-semua termasuk kebaikan" (Pergulatan dengan Absurditas- A.Camus)

Suatu Hari, ketika aku makan siang di warung langganan, seorang bapak yang 'katanya" kenal dengan almarhum Bapak ku menegurku, setelah berbasa-basi sejenak Beliau bertanya, "Jadi Lae di rumah marga apa?" Aku jawab dengan sopan,"Belum Pak! masih sendiri..." Langsung sontak mendadak bapak itu berdiri dan menyalami tanganku.



"Aih maaf ya..maaf, Aku kira udah berumah tangga...aduh cantik, pintar dan punya jabatan begini namun belum punya suami !!!" Maaf sekali lagi maaf.

Lho..kenapa harus minta maaf seolah "belum menikah itu sesuatu yang perlu diberi simpati?" seolah suatu cacat yang harusnya tidak terjadi? wealah..apa aku yang lagi sensi atau si bapak yang gokil ya..? Buset dah! Rasanya seperti melakukan suatu kesalahan fatal yang tidak dapat dimaafkan. Apakah kalo aku perempuan buruk rupa, tolol, dan tidak punya jabatan-hal ini (belum menikah) menjadi suatu yang wajar?

Dalam perjalanan pulang aku berpikir, merasa down dan gak enak hati. Kok bisa-bisa2 nya baru kali ini aku merasa gak nyaman ketika ada orang ' yang menurutku tidak sopan' memperlakukan aku spt pesakitan.

Itu beberapa bulan lalu. Sekarang seiring dengan waktu lama kelamaan perasaan itu hilang diganti kebebasan yang absurd. So What Gitu Loh? Apakah dengan tidak menikah atau memilih tidak menikah maka makna dari hidup ini akan menjadi hilang? Siapa bilang hidup ini berarti jika kita menikah, ketika banyak pernikahan terjadi karena mengejar status dan kenyamanan?

So..aku terkenang seorang tante ku yang tinggal di Jerman. Dia menikah di usia tua dengan pria yang juga sama-sama tua dan berbagi kebahagiaan, berbagi kehidupan hingga kini. Hanya menjalani hari-hari berdua..tanpa target, tanpa harus gono gini dan sebagainya.Bukankah itu cukup menyenangkan-daripada memaksakan diri menikah dengan orang yang tidak kita cintai-hanya sekedar "menikah" atau krn takut kesepian.

Well, setiap orang punya pilihan masing-masing, hanya saja aku memilih untuk mengikuti kata hati. Setiap kali ada seorang yang datang, Aku bertanya padaNYA dan DIA menjawab, yang harus kau lakukan adalah lebih mencintai...lebih mencintai.




1 comment:

j.h. said...

Memang...kadang kala, bahkan sering terjadi, bahwa bila kita tidak sama dengan umum akan dikatakan, baik langsung ataupun secara tak langsung, meminjam istilah kakak, dengan "pesakitan". Apakah benar seperti itu? Apakah yang benar itu adalah apa yang banyak dikatakan orang? Contohnya, padahal kita sudah tahu klo satu tambah satu itu sama dengan dua, tapi karena umum berkata hasilnya sama dengan tiga, maka apa yang kita katakan akan salah. Tidak...

Teruskan langkahmu kak dan memang kakaklah yang menentukan apa yang akan kakak lakukan. Akan tetapi, bukan berarti telinga kita selalu tertutup. Bahkan, justru karena telinga kita terbuka maka keputusan yang telah dan akan kita ambil menjadi lebih mantap. (catatan:Bukan mau mengurui loh kakak, hanya mengomentari aja.Atau bahasa indahnya: bertukar pikiran. Hehe...)

Oh hidup...kamu emang penuh teka-teki.Namun, karena itu pula lah yang membuat aku untuk tetap bertahan dalam kekacauan ini.

Salam...(j.h. Purba)

Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (matius 6:27)

Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?

ANTUSIASME 2008

Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.

sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.

Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.

Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)