Monday, October 15, 2007

LIFE IS TOO SHORT TO WORRY


Jika Tuhan memilih kita untuk selamat, pasti ada alasannya
tapi aku percaya ini:

jika ada luka, harus kita coba sembuhkan
dan jika ada yang sakit tidak ada obatnya,
harus kita cari (taken from captain corelli mandolin)
halaman rumahku setelah kena banjir besar akibat pembangunan kantor partai demokrat, yang ketuanya adalah walikota pematangsiantar. foto 24 september 07
MAU TAU SIAPA DIA KLIK www.resiahaan.info




Uh..sebulan lebih yang melelahkan, sibuk mulu, gak sempat istirahat dan bernafas! gak sempat nulis ataupun baca, gak sempat potong rambut, gak sempat beresin baju, gak pernah nonton tv atau baca koran (ini gaya hiperbola lho..)

6-10 september

Dimulai sejak 6 september lalu, harus masukin lamaran posisi direktur eksekutif bina insani. Membongkar resume, mengetik sampe pagi, ke warnet kirim e-mail trus harus ngambil barang ke tempat famili yang jauh, nyasar di jakarta, salah naik angkot, ketemu teman dari surabaya, main ke rumah, besoknya packing pulang ke medan, harus ke ATM dll. Sampe di Medan tanggal 10 september, langsung ketemu kanalan baru tapi orang lama, ngobrol ampe malam dan pulang dalam keadaan letih jam 11 malam!

11-16 september

Sampe kantor check speedy ku udah gak karuan karena dipake staf yang gak ngerti. Buset dah!ngurus potong rumput yang udah tinggi di halaman depan, kencan dengan manajer speedy..uh..ini termasuk melelahkan juga:), partonggoan sektor, belanja keperluan rumah, arisan sigumonrong dan pesta olob2 di gereja.

17 -23 september

yang ini lebih parah, psikotes mendadak dan panggilan wawancara, kedatangan tamu yang minta anak gadisnya dicarikan kerja, keluhan mengenai gaji guru sekolah menengah GKPS, wawancara lagi pukul 15, kehujanan, lari ke acara buka puasa undangan walikota, lari lagi wawancara sampai pukul 11 malam.kehujanan lagi. Thank God fisik ku diberi kekuatan hingga tidak jatuh sakit. Diskusi dengan teman lsm, melayat mertua ketau dprd siantar di medan, ketemu dewan pengurus lsm, partonggoan lagi tiap jumat sore, ke tempat namboru ngasih titipan dari jakarta, besoknya penetapan jadi direktur bina insani.
Besoknya tembok belakang rumah rubuh diterjang banjir besar, angsa ku satu hilang, satu mati ketimpa pagar besi, kamar ku kebanjiran hingga karpet dan lemari basah semua, seluruh ruangan dipenuhi rumput dan lumpur setebal 10 cm, halaman porak poranda. Aku malam itu tidur diatas genangan air semata kaki .Thanks God (lagi) aku masih selamat dan tabah malam itu dilanda ketakutan karena menghadapi musibah sendirian.
Aku sudah menulis surat pengaduan tertanggal 26 september 07 dan mohon kunjungan kepada pihak dinas tata kota dan sudah menyurati ketua partai demokrat yang juga WALIKOTA PEMATANGSIANTAR namun tak juga ditanggapi hingga tanggal ini. Websitenya dibuat tanpa ada kolom komentar dan tidak dipublikasikan. aneh..HP nya berganti-ganti nomor dan HP ajudannya juga berubah seolah HP gubernur :)
Akhirnya malam tanggal 17 oktober aku menelepon camat daerahku, menelepon sekretaris partai untuk mohon kunjungan..minimal melihat seberapa parah musibah yang terjadi. Jangan seperti kepala dinas tata kota yang mengatakan itu sebagai bencana alam. Janji meneliti namun sampai saat ini tak kelihatan batang hidungnya. Kota ini sudah sakit sekarat ditambah pejabatnya yang cuma bisa cari muka menutupi kesalahan atasannya.
Aku mengadu sebagai warga siantar belum sebagai KPU yang sudah bekerja menyelenggarakan pemilu bagi 30 anggota DPRD kota ini ataupun sebagai pengelenggara pemilihan kepala daerah-walikota pematangsiantar.
Jika orang seperti aku saja tidak diperdulikan bagaimana dengan rakyat biasa?
aku baca dari media lokal, kantor itu belum punya IMB, gedung partai yang dibangun tidak memperdulikan bahaya yang ditimbulkan bagi daerah sekitarnya. Gedung itu berdiri dengan arogan tanpa membuat saluran drainase untuk air hujan sehingga air dalam jumlah besar mengalir ke arah rumahku dan menyebabkan rumahku seperti diterjang tsunami.

24-30 september

Dalam keadaan tertekan dan trauma aku harus memimpin rapat perdana di kantor, 2 kali pagi dan sore. Berlanjut ke kantor satu lagi. besoknya menghadiri acara di rumah anak2 nias, rapat keuangan, menandatangani beberapa surat, mengirim surat klarifikasi, tanda tangan gaji staf, mengirim surat pengaduan ke tata kota dan ketua partai demokrat soal banjir di rumah, ke saribudolok bikin beberapa gambar dan wawancara tentang ubi jalar, program dan mengunjungi petani yang menerima bantuan.

1-7 oktober

kedatangan tamu dari jerman, makan siang, ada audit keuangan, acara ulangtahun, belanja kue dan makanan, beresin rumah,nyiapin rapat perubahan proposal, membaca surat kontrak, ke tempat gadai, nyiapin kedatangan lily, nyiapin surat staf, ikut pelatihan wcc, masak, kedatangan tamu para kurcaci yang say hello dan berniat jadi PPK, cari alamat anak buah untuk PPK, datengin camat, kirim surat petunjuk perekrutan PPK

7-14 oktober

placement tes para staf, membongkar proposal, bolak balik 2 kantor, betulin komputer, instal speedy, rapat keuangan dan kontrak kantor, cek keuangan, cek inventaris, belanja ayam untuk acara adat, menjemput tante, ke pesta di balei bolon, betulin genteng bocor, menulis laporan dan kunjungan pengurus. wah..

so..this is me. I think I need a hug ;-)

mohon maaf tidak sempat mengucapkan selamat Idul Fitri.


Thursday, September 20, 2007

MENURUNKAN EGO, MENEMPATKAN HARGA DIRI

sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah
adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah lainnya
maka mereka menjadi pemimpinnya.
sebab itu,
kalau ingin mengatasi manusia,
bicaralah dengan gaya merendah,
kalau ingin memimpin manusia,
bicaralah dengan gaya seolah-olah dirimu tertinggal di belakang
begitulah cara orang suci
berada di atas, tanpa memberatkan manusia lainnya
berada di depan, tanpa menghalangi manusia lainnya
maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya
karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi
( laozi )

Dalam suatu kotbah di GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) pernah saya dengar sebuah kutipan yang mengatakan ‘dosa yang paling gampang dibuat, adalah ketika harga diri tersentuh’, hal yang paling sulit dilakukan adalah menurunkan ego. Yup. Benar sekali.

Ada banyak orang menjadi marah dan berlaku kejam ketika harga dirinya tersentuh, ketika egonya naik. Contohnya seperti yang saya alami.
Ada beberapa hal yang paling saya benci di dunia ini : pertama berbasa-basi or berpura-pura di depan orang yang tidak kita sukai, kedua dipaksa menyumbang dengan cara yang membuat diri kita seolah manusia yang tidak pernah beramal, ketiga dihakimi seolah kita adalah manusia yang paling tidak bermoral-padahal kita termasuk orang suci (he..he) keempat dimintai duit ketika lagi bangkrut dan kelima ketemu dengan orang bebal yang tidak peduli dengan kesopanan, tidak tepat waktu, kurang tenggang rasa dll (ini bisa diartikan luas banget). wealah banyak amat sich yang tidak saya sukai..ini bahaya..berarti saya mudah tersentuh dosa akibat harga diri yang berlebih-lebihan.

Jika dipikirkan lagi lebih dalam, semua hal diatas berhubungan dengan harga diri dan ego, seolah kita adalah orang terpilih yang tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang, harus dihargai, dihormati, dianggap penting dan harus dimengerti. Padahal tidak semua orang mengenal keberadaan diri kita yang sebenarnya…sehingga pada akhirnya kita terjebak untuk memikirkan dan memusingkan hal itu sehingga apada akhirnya melenyapkan sukacita kita sebagai manusia yang memang tidak sempurna dan harus bisa menerima ketidaksempurnaan orang lain.

Apa yang kita dapat jika marah dengan orang yang mengecewakan kita? Timbul kekejaman pikiran (ntar gue sikat juga nih orang!), timbul rasa kasihan diri (udah gue tolong eh ngelunjak) timbul pikiran-pikiran negatif dan prasangka (jangan-jangan sengaja dia bikin kesel), hampa (karena pada akhirnya nurani kita tidak setuju dan menyesali apa yang telah kita ucapkan).

Pada saat kritis tersebut saya diingatkan untuk membaca kembali petuah dari laozi. Bagaimana menurut and, setuju?

Wednesday, September 12, 2007

Feminisme, Lajang dan Seks Bebas

Surat Kepada Seorang Feminis
Dear Mbak Carol yang baik,...

Sebelumnya aku minta maaf jika ada kata-kata yang salah dariku yang menyinggung Mbak Carol pas kita ngobrol kapan hari lalu. Tapi sungguh mengasyikkan bisa berdiskusi dengan seorang feminis, anggota KPUD dan seorang dokter hewan.
Namun yang membuatku bergairah berdiskusi dengan Mbak adalah ketika Mbak menyebutku sebagai seorang yang tak mengerti akan feminisme dan menyamakan feminisme dengan sex bebas. Yuk kita bahas satu persatu masalah ini (mulai serius nih,..hehehehe)
Feminisme,...mungkin memang aku gak terlalu banyak tahu tentang hal yang satu ini. Tapi paling tidak aku selalu baca rubriknya di harian Kompas tiap hari Senin. Jadi sedikit-sedikit aku tahu tentang hal ini. Menurutku feminisme adalah sebuah faham yang ingin memperjuangkan kedudukan perempuan yang lebih adil di tengah budaya patriarkhi yang masih kental ini. Berusaha mendudukkan posisi perempuan sejajar dengan pria. Tentu definisi ini bisa salah dan masih bisa diperdebatkan.
Jawaban:
ya. Kurang lebihnya arti feminisme menyangkut kesadaran dan pengakuan "bahwa telah terjadi ketimpangan" dalam posisi, pola relasi dan peran antara laki-laki dan perempuan. Seorang feminis adalah seorang yang berjuang memperkecil ketimpangan itu.

Masalahnya yang kulihat di kenyataan (dan mungkin juga banyak orang awam melihat) orang yang memproklamirkan dirinya feminis terkesan “beda” dengan perempuan kebanyakan. Bedanya misalnya mereka betah melajang (tentu dengan banyak alasan) bahkan berniat gak nikah seperti Ayu Utami contohnya. Namun ada yang menikah namun berkomitmen tidak memiliki anak seperti Wardah Hafidz (sorry kalo salah nama) dari Urban Poor Consortium. Dan mungkin juga Mbak Carol termasuk salah satunya,...heheheh. Dan tentu masih banyak contoh yang lain.
Jawaban:
Yang membedakan seorang feminis dan bukan adalah "tingkat kesadarannya" Seorang feminis tidak hanya berjenis kelamin perempuan, di jakarta ada sebuah kelompok laki-laki feminis yang beberapa tahun ini dideklarasikan. Laki-laki dan perempuan dapat bekerjasama memperjuangkan dunia yang lebih adil bukan?:) seorang feminis bisa laki2 atau perempuan.
Tentu fenomena ini bagi orang awam sepertiku (dan mungkin bagi yang lain) terasa aneh. Mungkin Mbak bisa menerangkan mengapa hal ini bisa terjadi. Karena standar yang ditetapkan terlalu tinggi, terlalu sibuk dengan aksi sosial atau jangan-jangan memandang rendah atau merasa tidak selevel bersanding dengan laki-laki yang “kuper” akan feminisme kayak aku? Padahal dalam banyak benak orang Indonesia (termasuk aku) yang masih berpegang pada nilai-nilai agama. Keyakinan seperti di atas tentu dirasa aneh. Apalagi di jaman seperti ini yang permisif dan penuh godaan. Membujang tentu sebuah perjuangan yang maha berat. Salut buat Mbak yang kokoh berpegang pada nilai-nilai agama dan norma.
Keputusan Seseorang betah melajang tidak ditentukan oleh feminis tidaknya seseorang. Keputusan itu adalah pilihan bebas tiap pribadi; yang bukan pada tempatnya kita persoalkan :) Banyak para feminis yang berumah tangga sama baik dan buruk nya dng yang bukan feminis. Nah ketika anda mempersoalkan pilihan seseorang untuk nikah-tidak nikah, punya anak-tidak punya anak maka anda sudah masuk kedalam wilayah privasi yang mungkin saya anggap kurang senonoh-karena berpretensi mengasumsikan orang, menilai bahkan terkesan mendiskriminasi.
Mungkin itulah bukti 'kekuperan anda '- mencoba mendefinisikan hidup orang lain atas dasar pemikiran pribadi anda yang belum jelas kebenarannya" Tak pernah saya baca dalam kitab suci manapun, yang mengharuskan orang untuk menikah untuk bisa masuk surga-yang ada hanyalah bagaimana manusia mengupayakan berkelakuan baik, mengasihi sesama dan melaksanakan perintah TUHAN..itupun jika Tuhan dan Surga itu benar-benar ada he..he. Nilai agama yang anda maksud mungkin lebih kepada nilai-nilai yang dikonstruksikan secara turun temurun, -seolah satu-satunya cara menyempurnakan kebahagiaan manusia baru terwujud apabila manusia itu menikah.
Yup zaman penuh godaan..tidak hanya godaan seksual tapi juga godaan korupsi, memfitnah, merampok bahkan membunuh. Kalo dunia ini gak ada godaan ya gak seru :) Bukankah karena itu kita jadi terpanggil sebagai ciptaan Allah yang teruji apakah masuk nominasi? :)

Tapi untuk kasus Mbak, kok Keputusan Mbak masih mau sih nunggu Si Doi yang katanya harus membujang sampai cita-citanya terlaksana? Lantas nilai-nilai feminsime-nya mana nih ? Hehehehe, cinta memang kadang membutakan yah ?

Cinta mungkin sama butanya dengan keadilan di dunia ini:) Namun orang yang sabar menunggu sesuatu yang berharga, saya rasa tidak ada hubungannya dengan feminisme. Kecuali saya terpenjara dalam sebuah rumah tangga yang penuh dengan kekerasan..maka saya tidak layak menyebut diri feminis :)

Yang kedua, bukan maksudku menyamakan feminisme dengan sex bebas, sama sekali tidak. Cuman keterbatasan menjelaskan di SMS lah yang membuatku tidak bisa menuangkan penjelasan buat Mbak Carol. Kalau Mbak menilaiku seperti itu memang gak salah. Sebab masih ada pandangan yang menyamakam gerakan feminisme sebagai gerakan yang tak beda dengan kelakuan flower generation di era 70-an.

Jawaban;Jika anda lebih banyak membaca buku2 dan fakta sejarah maka anda akan lebih paham tentang gerakan feminisme di Indonesia, yang pada suatu masa dikop oleh sebuah gerakan lain yang mendompleng shg membuat interpretasi buruk. Itu kan hanya akal-akalan sebuah rezim masa lampau yang harus dicari lagi bukti2 nya. Feminisme dan seks bebas tidak ada hubungannya. Begitu banyak manusia yang bukan feminis bahkan tidak tau apa itu feminisme melakukan seks bebas :) Hanya karena seorang feminis sadar dan tahu akan pilihan bebasnya bukan berarti dia seorang free sex.

Dan aku rasa feminisme juga marak muncul di dekade 70-an bersandingan dengan munculnya flower generation. Angin feminisme yang dominan berhembus dari barat juga ikut andil dalam kristalisasi pandangan ini. Aku rasa harus dibedakan antara budaya dan kebiasaan serta nilai yang dianut dengan faham feminisme itu sendiri. Bisa jadi seorang penganut feminisme yang berasal dari Norwegia misalnya, suka one night standing karena hal tersebut lumrah di negaranya.

Jawaban: Anda keliru mengatakan feminisme muncul dari barat. Dari buku2 yang saya baca tentang sejarah, feminisme bahkan sudah ada di abad ke 13 di negara ini dan negara2 asia lainnya. Melalui catatan perjuangan kaum perempuan dalam cerita raja2, terutama dalam membela kehormatan bangsa. Hanya saja istilah feminisme baru muncul pada abad 19-an seiring dengan gerakan pengorganisasian perempuan dunia.

jawaban: one night standing? Apakah karena feminis dia melakukannya?atau karena melakukannya dia disebut feminis? ada-ada saja!

ha..ha..anda harus hati2 menghakimi orang lain.saya rasa malah para lelaki dan perempuan saat ini biasa melakukannya di kota-kota besarbahkan kota kecil. Saya punya datanya dari kliping koran demi sebuah kebanggan dan trend global :)well, saya tidak ingin ingin terjerumus,menempatkan diri sebagai penjaga moral dalam hal ini.

Tapi tentu sekali lagi feminisme bukan sex bebas. Dan tak semua penganut feminsime juga penyuka sex bebas. Jadi sekali lagi kutegaskan jika aku tidak menyamakan feminisme dengan sex bebas ! Buktinya Mbak Carol, feminis tapi bukan penganut sex bebas kan.
Nah anda sudah menjawab sendiri kesimpulan anda. Kalo saya menganut sex bebas, memangnya kenapa? Apakah mengetahui bahwa saya masih virgin akan menghibur anda? please deh..
kebanyakan laki2 terjebak dalam asumsi moral yang keliru dalam menilai perempuan lajang berumur :) he..he so berhentilah mendefinisikan hidup seorang perempuan menurut kacamata anda..harus begini begitu. Mudah2 an anda berbakat jadi laki2 feminis yang mulai membuka diri, mulailah dengan menyadari dan menerima bahwa alat kelamin perempuan bukan sesuatu yang harus "anda atur" bagaimana menggunakannya, karena organ itu ada dalam tubuh kami :)

Kiranya sudah banyak yang kutuangkan di surat ini, semoga menjadi pembuka bagi diskusi-diskusi yang lain yang aku harapkan dapat membuka cakrawala pemikiranku. Bukan hanya untuk feminisme belaka, namun untuk hal yang lain juga. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih atas kesediaannya berdialog.
(h, 31, Jember)
sebelum kita sama sederajat, setara, tanpa asumsi anda yang miring tentang feminisme..apakah bisa kita diskusi? hiks

Sunday, August 19, 2007

MENJADI LEGENDA (bagian I)


Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (II Korintus 3 : 17)


Dalam Kamus Bahasa Indonesia tertera arti legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.

Dalam bahasa dan pemikiran saya “melegenda” (menjadi legenda), berkaitan dengan peristiwa atau kisah terkenal, menjadi peristiwa bersejarah yang dikenang banyak orang, diceritakan turun temurun, berhubungan dengan perjuangan, kepahlawanan, sesuatu yang heroik, hebat, berguna dan dirasakan semangatnya hingga sekarang dan sebagainya.

Saya tidak tahu ada berapa banyak manusia di dunia ini yang bercita-cita menjadi LEGENDA. Dalam sebuah film yang saya tonton, diceritakan seorang laki-laki yang memilih mengaku menjadi seorang legenda tokoh kriminal Sommersby dan mati karena hukuman gantung, ketimbang menjadi diri sendiri, namun tidak terkenal (bukan siapa-siapa) -walaupun ada kesempatan baginya selamat dari hukuman mati asal dia mengaku bukan tokoh jahat itu. Lebih baik mati dan dikenang daripada hidup namun tidak menjadi apa-apa.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak pula manusia yang berkata “Saya ini bukan siapa-siapa, I’m nobody” atau “Saya tidak berambisi menjadi sesuatu, semua dijalani biasa-biasa saja.” Untuk golongan manusia saya membaginya menjadi dua jenis, yang Pertama justru merekalah orang-orang yang punya prestasi besar, cerdas, berbakat dan hebat dan itu sebuah cara untuk “merendah” atau Kedua bisa juga merupakan kesombongan tersembunyi oleh karena lebih suka mendapat pujian dobel. Sebab setelah pendengar mengetahui bahwa mereka hebat, maka yang muncul adalah hebat kuadrat he..he. dan mereka mendapat pujian dua kali lipat.

Golongan yang lain, adalah orang yang memang merasa bukan siapa-siapa, tidak punya motivasi entah karena malas, tidak semangat atau sedang mengalami kekecewaan yang parah sehingga kalimat-kalimat itu saya artikan sebagai kalimat yang keluar dari pribadi apatis. Bahkan ada juga beberapa orang yang berkata, “ Saya tidak akan jadi apa-apa.”

Terkait dengan hal itu, saya baru membaca sebuah tulisan yang mengangkat kisah WR Supratman- pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Lagu kebangsaan dapat dikatakan sebagai identitas sebuah negara, selain lambang negara dan bendera. Cara menyanyikan lagu kebangsaan tiap-tiap negara punya ciri masing-masing. Ada yang menempelkan telapak tangan kanan nya ke dada sebelah kiri, agar merasakan denyut janyung masing-masing diri di alam kemerdekaannya. Ada pula yang mengepalkan tangan kanannya membentuk sebuah tinju dan ditempelkan ke dada sebelah kirinya.

Untuk Indonesia, biasanya cukup berdiri dengan sikap sempurna. Jika memakai topi atau peci, biasanya sambil memberi hormat, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan dengan tempo mars. Sedangkan jika tidak memakai topi, wajib bersikap sempurna dan dengan gagah menghadap ke depan.

Lagu Indonesia raya tidak diperkenankan dinyanyikan dengan suara satu, dua, tiga dan empat layaknya koor. Lagu Indonesia Raya harus dinyanyikan dengan satu suara dan penuh semangat. Lagu Indonesia Raya tidak diperkenankan dinyanyikan dengan bertepuk tangan atau berjoget.

Pikiran saya menerawang, apakah WR Supratman dulunya pernah membayangkan bahwa lagu ciptaan nya akan menjadi terkenal dan tersohor di dunia, karena dipakai sebagai lagu kebangsaan sebuah negara yang berdiri tahun 1945? Atau berapa lamakah proses pembuatan lagu ini, apakah beliau begadang berhari-hari ataukah dalam satu malam sudah jadi.

Tidak banyak orang, khususnya generasi muda yang mengetahui siapa Wage Rudolf Supratman. Padahal namanya dipakai dimana-mana, ada nama jalan, ada pula nama sekolah dan sebagainya. Bahkan seringkali dalam upacara-upacara resmi tidak pernah terlintas dalam diri kita untuk mengenang pengarangnya, yang karyanya tercatat sebagai momen penting dan bersejarah dalam perjalanan berdirinya suatu bangsa. Padahal selain sebagai pencipta lagu kebangsaan yang selalu dinyanyikan, Supratman juga seorang Pahlawan Nasional, penerima Bintang Mahaputra Anumerta III pada tahun 1961.

WR Supratman yang dilahirkan di Jatinegara Jakarta Tanggal 9 Maret 1903, juga seorang pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sebab sejak mudanya beliau sudah akrab bergaul dengan kaum pergerakan atau pejuang kemerdekaan.

Ketika dilahirkan beliau diberi nama Supratman. Nama Wage menurut wetonan atau hari lahir berdasarkan kalender Jawa, dan nama Rudolp adalah pemberian abang iparnya HM Van Eldik, suami dari kakaknya yang tertua Roekijem Soepratijah. Jadi lengkapnya Wage Rudolp Supratman. Nama ini diperlukan agar dia bisa diterima di sekolah Belanda (ELS atau Europeesche Lagere School)

Namun beliau tidak lama di sekolah ini, karena kemudian ketahuan bahwa dia bukan anak seorang berpangkat dan bukan pula anak kandung Van Eldik. Jadi bukan langsung keturunan Belanda. Tapi selama ikut dengan kakaknya di Makassar, dia tertarik pada soal-soal politik, soal perjuangan, soal kemerdekaan, dan diapun rajin menghadiri rapat-rapat atau ceramah-ceramah yang diadakan kaum pergerakan.

Apalagi setelah dia mengetahui bahwa nenek buyutnya adalah pengikut atau perwira dari pasukan Pangeran Diponegoro yang berperang melawan Belanda. Ketika kembali ke Jawa, terutama di Kota Bandung, Jakarta dan Surabaya dia turut aktif dalam aktivitas kaum pergerakan. Dia malah menjadi wartawan surat kabar “Kaum Muda” kantor berita Alpena dan terakhir wartawan harian Sin Po.

Beliau dikenal sebagai wartawan militan yang rajin menghadiri dan meliput rapat-rapat partai politik, antara lain PNI (Partai Nasional Indonesia) dan Parindra (Partai Indonesia Raya). Tulisan dan kritiknya terkenal tajam menyoroti kepincangan-kepincangan pemerintah kolonial Belanda. Tak heran jika beliau jadi incaran PID (Politieke Inlichtingen Dienst) atau polisi rahasia kolonial Belanda.

Selain itu Supratman juga seorang seniman, baik seniman pencipta lagu (komponis) maupun sastrawan. Cukup banyak lagu yang diciptakannya yang semua bernada perjuangan, membangkitkan semangat bangsa Indonesia seperti lagu Mars KBI, Mars Surya Wirawan, Parindra, Di Timur Ada Matahari, Ibu Kita Kartini, Dari Barat sampai ke Timur dan yang terpenting Indonesia Raya yang kemudian resmi menjadi lagu kebangsaan Indonesia.

Memang benar lagu ini tadinya terdiri dari tiga stanza, tapi yang resmi menjadi lagu kebangsaan adalah stanza I. Lagu ini untuk pertama kali diperdengarkan di hadapan publik adalah pada Konggres Pemuda II 28 Oktober 1928 dan mendapat sambutan luar biasa dan langsung diputuskan dalam konggres tersebut sebagai lagu kebangsaan bangsa Indonesia.

Sebagai sastrawan Supratman sudah mengarang roman yakni Perawan Desa, Darah Muda dan Kaum Fanatik. Meskipun namanya sangat terkenal sebagai komponis, pejuang dan wartawan namun dari segi materi dapat dikatakan miskin, gajinya sebagai wartawan 35 gulden per bulan, sama sekali tak mencukupi. Penghargaan yang diterimanya setelah Indonesia merdeka, tidak dapat dinikmatinya karena WR Supratman jatuh sakit dan meninggal dunia tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya. Tidak meninggalkan keturunan. Tidak juga mewariskan kekayaan materi. Itulah pejuang!
Apakah memang untuk menjadi LEGENDA, seseorang harus mengalami kesendirian?

dari berbagai sumber

The sound of NASIONALISME


biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu

Merah Putih terus lah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi
di Indonesia ku ini
ku kan slalu menjagamu

demi kehormatan bangsa
demi tumpah darah semua pahlawan

Barangkali Nasionalisme itu bagaikan menonton film Sound of Music. Film legendaris yang berkali-kali saya tonton sepanjang hidup saya, tapi tetap saja memunculkan makna baru, kesan lebih mendalam atau juga makna yang lain, yang mungkin agak berbeda tergantung waktu dan kondisi kita pada saat menonton.

Dulu sewaktu anak-anak, saya menganggap film ini menyenangkan, karena di sepanjang film banyak kejadian lucu, pemainnya anak-anak, permainan lagu yang mengesankan terutama lagu do re mi yang terkenal di dunia. Beranjak remaja, saya menganggap film ini cerita romantis-saat anak gadis Kapten Von Trapp punya kekasih yang tentara. Bahkan seorang teman saya-saking terkesannya malah pernah menghayal bernasib seperti Mary Von Trapp, seorang suster yang keluar dari biara karena menikah dengan duda ganteng dengan anak-anak yang nakal, seperti dalam cerita itu. Wealaaaaahhhh!

Saat kuliah saya menyaksikan film ini sebagai karya musik yang luar biasa, tidak saja pada zamannya, namun hingga kini- sehingga timbul ide membuat semacam opera yang lagu-lagunya dimodifikasi berdasarkan musik film tersebut. Hasilnya? Lewat begadang selama sebulan lahirlah opera paskah di kampus-dengan saya sebagai penulis merangkap sutradaranya, menjadi tontonan dan kenangan manis pada acara peringatan paskah sekitar tahun 89-an.

Dan pada kelanjutannya, setelah berkali-kali menonton barulah saya menyadari bahwa film ini memuat pesan pendidikan politik, sebuah sejarah besar, sebuah kesetiaan dan perjuangan membela negara, membela kehormatan harga diri dan bangsa, sebuah strategi perang cerdik, sebuah contoh pengkhianatan, sebuah ketulusan, keberanian, kerelaan, keimanan, sebuah kesadaran kepahlawanan, seperangkat pesan dan ajaran menjadi nasionalis sejati, sehingga wajar menurut saya jika setiap orangtua wajib menyimpan film “lama” ini sabagai koleksi karena film ini memuat lengkap segala hal baik.

Nasionalis secara umum diartikan sebagai orang yang memperjuangkan kepentingan bangsanya, pecinta nusa dan bangsa sendiri. Sedangkan Nasionalisme adalah paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, kesadaran keanggotaan di suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa, diartikan juga sebagai semangat kebangsaan.

Menjelang Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2007, berbagai media mempertanyakan tentang nasionalisme bangsa, dengan mengungkapkan beberapa fakta penurunan kualitas kebangsaan.

Seberapa ingatkah kita akan pengalaman memperingati kemerdekaan dari tahun ke tahun? Mari kita kembali ke film Sound of Music. (bersambung).

Wednesday, July 11, 2007

PENGALAMAN BERISTRI


Suatu sore yang dingin, Saya melewatkan waktu makan capcay goreng di sudut kota siantar yang dalam sebulan ini sering terjadi pemadaman listrik. Sendirian.Kadang kesendirian itu memang hampa tatkala kita membayangkan beberapa orang di sana mungkin menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, keluarga bahkan bersama seorang suami atau istri baru.


Entahlah. Toh berita media akhir-akhir ini tidak sedikit memuat fakta ada istri yang mencipratkan soda ke muka suaminya, padahal baru menikah 4 bulan, atau seorang suami yang tega membunuh istri dan bayi dalam perutnya karena cemburu..padahal mereka baru menikah 6 bulan? Hiii!!


Seorang pendeta yang baru sebulan menikah tiba-tiba mengirim sms ke hp saya. Wah ada apa neh..? Singkat cerita kami janjian ketemu di rumah saya, dengan pesan tegasnya untuk membawakan mie goreng dan bir kaleng. ups! Siapa bilang pendeta tidak boleh minum bir?

Sudah sebulan kami menikah, katanya.

Aku berupaya membebaskannya dari pengaruh orangtuanya.

Tak jarang dia melawan aturan-aturan yang sudah kuumumkan

Dia terbengong-bengong (bahkan jangan-jangan menyesali) setelah melihat kondisi asliku

Mungkin aku ingin mengujinya dengan kondisi susah selama ini

Aku kehilangan semangat sebulan ini (mungkin karena asik memulai kehidupan baru -kataku)

Kami kan tidak harus melewati waktu bersama-sama?

Siapa bilang pendeta gak boleh nonton film porno atau kentut sembarangan?

Kenapa dia keberatan ketika aku ingin sendirian membaca buku dan menyuruhku tidur?

Aku tidak pernah mempunyai motivasi memperalatnya-kenapa orang-orang menuduhku demikian?

Wah orangtuanya sudah intervensi, demi supaya anak gadisnya tidak sengasara, mau memindahkan tugasku..itu sudah keterlaluan! aku terluka tapi masih kutahan

Aku kasihan melihat dia tidak senang dengan kondisiku yang tidak punya lemari dan tempat tidur layak, bahkan tubuhnya gatal-gatal

Apakah aku mampu membuatnya bahagia? apakah dia berbahagia bersamaku? sampai kapan dia bertahan?

So..(apakah sekarang dia baru sadar bahwa aku lah yang cocok menjadi istrinya?) Nop! Dia sangat mencintai istrinya demikian sebaliknya.
Tidak seperti kekasih abadiku yang bilang : "Bagaimana mungkin? Aku menderita bersamamu sebab perasaanku padamu tidak seperti perasaan seorang suami terhadap istri."
Bagaimanakah perasaan suami terhadap istri itu? Aku tidak tahu. Mmenjadi raja yang dilayani? Bergairah terus menerus? memujanya setiap hari sebagai pribadi tanpa kekurangan? ataukah hubungan antara seorang yang mengendalikan terhadap yang dikendalikan? seorang yang kuat melindungi yang lemah lembut? Ataukah hubungan penguasa dan si penurut?

Adakah film yang bisa kubawa? katanya (Maksud hati pendeta menghiburku malah aku yang menghiburnya he..he) Aku memilihkan sebuah judul "after the wedding" sebuah film tentang aktivis yang harus memilih antara pengabdian dan tanggung jawab keluarga. Kukatakan..mataku sampai bengkak-bengkak menontonnya. Semoga saja dia kembali semangat. Seorang istri baru yang menemani seharusnya memberi semangat. Entahlah aku tak yakin apa yang berkecamuk dalam hatinya.

Dia memasuki kamarku. Aku kesini hanya untuk mengenang. Namun keris di dindingmu menakutkan, katanya. Aku hanya tersenyum mengerti. Sebuah kenangan akan membuatnya hidup beberapa bulan ini. Kurasa. Aku hanya bersyukur keris itu ada disana, setidaknya malam ini.

Mungkin Pengalaman Beristri itu bisa dengan indah tertuang dalam sajak Mardi Luhung, seorang penyair dari Gresik yang membuka ruang sadar saya-menuliskannya untuk "kekasih abadi" saya yang kini tengah bingung karena kecemasan nya yang tidak beralasan "takut terpenjara oleh saya" well.., dalam bahasa sana kalo kita bilang membebaskan itu malah berarti memenjarakan secara tersirat. Entahlah.

PENGALAMAN BERISTRI

Telah aku loloskan sebagian ruhku, dan aku sapukan ke wajahnya.

Dan wajahnya yang putih kini sedikit terbakar. Dan ada gurat

di pipinya. Seperti gurat kecapi yang selalu aku petik di pagi

hari. Akh, apa memang dia mimpiku? Tapi mengapa terlalu nyata

bagi dirku. Dan apa memang dia bintangku? Di langit mana

dia pernah aku letakkan? di barat, utara, selatan ataukah timur?

Ketika berdekatan, nafasnya memburu membunuhku. Akupun mati

berkali-kali. Hidup berkali-kali. Apa dunia yang aku pijak

miliknya? Apa dunia yang aku buang dirampasnya? Ada merpati

yang selalu muncul dari badannya. Selalu mengibas. Selalu dan selalu

membuatku gemetar. Di depannya, apa aku lelaki atau

bukan? Dia mengalahkanku pelan-pelan. Pelan-pelan sekali.

Jika dia pergi, aku mendesir. Aku buru dia, dia pun balik

ke rumah. Dia mawar sekaligus duri. Duri tapi aku suka sekali

dilukai. Dan setiap dia berkalimat, aku hilang bahasa. Dia

memang ahli, aku ingin lebih ahli. Dia menampik, bagaimana aku

lebih ahli menampik? Seluruh bau miliknya terasa begitu melekat.

Tapi bagaimana seluruh bau milikku? Apakah juga melekatinya?

Dia memang memujaku, tapi aku hilang rupa. Tak berbekas.


Gresik, 2007 Mardi Luhung

Wednesday, July 04, 2007

MARI BERMIMPI LAGI…, MIMPI BARU


tamparan malaikat Tuhan
tidak menjadikanku seperti Herodes
yang mati karena tidak bersedia memberi hormat
dan aku mulai bermimpi lagi
dalam kebebasan dan ketidaksempurnaan
seorang manusia yang mencintai kepedihannya

(caroline pintauli)


Pernahkan anda bermimpi dalam tidur? Pasti pernah. Namun biasanya anda lupa mimpi anda semalam-jika tidak terlalu seru. Atau jika anda ditanya beberapa jam kemudian, anda tidak mengingat mimpi itu seutuhnya.

Namun saya tidak begitu. Saya masih mengingat mimpi saya sewaktu kecil, sewaktu SD, sewaktu bertemu malaikat, sewaktu mati-roh saya meninggalkan tubuh melesat ke udara, sewaktu bertemu beberapa hantu ataupun makhluk halus lainnya, sewaktu merindukan orangtua saya, sewaktu melihat kejadian lampau, sewaktu seolah bertemu leluhur saya yang menyimpan emas, sewaktu sebelum keponakan saya meninggal, sewaktu ribuan ular mengepung saya dalam sebuah pulau dan berbagai mimpi seru lainnya.

Kenapa begitu? Saya sendiri tidak tahu.

Kata orang, alam bawah sadar kita yang membuat kita bermimpi, termasuk keinginan-keinginan yang terpendam. Sebagian orang berkata, mimpi itu bisa merupakan firasat atau tanda kejadian yang akan datang, sebuah pesan, sebuah ekspresi rasa tertekan dan sebagainya. Namun bisa saja mimpi tersebut hanya sebatas mimpi, numpang lewat dalam pikiran kita sebagai bunga-bunga tidur. Karena tidak semua orang, sengaja meluangkan waktu atau mau menyisakan waktu untuk menganalisis mimpi-mimpinya- di tengah kondisi yang serba cepat berubah dan tak menentu ini.

Namun kejadiannya menjadi aneh, jika seorang pemimpi seperti saya tiba-tiba berhenti bermimpi selama lebih dari 60 hari. Ada apa gerangan? Apakah saya tiba-tiba nyenyak tidur ataukah memang tidak tidur?

Yang pasti ini disebabkan bukan karena saya nyenyak tidur. Bagaimana mungkin seorang yang sedang bersedih dan terluka bisa nyenyak tidur? Setidaknya orang-orang terdekat saya menganggap begitu. Mereka menyebut saya orang baik yang ketimpa kemalangan. Mereka menyumpahi dan menghujat orang yang melukai saya-seolah keberadaan saya, kondisi saya, diri saya tidak pantas dilukai atau mereka gagal menemukan suatu alasan yang cukup relevan untuk seseorang bermaksud menyakiti saya.

Yup. Hidup ini seolah memang tidak adil kata teman-teman saya. Kenapa saya yang termasuk orang baik mengalami luka ini. Dari segi pandang teman-teman saya, mungkin seolah benar. Namun bagi orang yang melukai saya, itu adil, karena kehidupan saya selalu dipenuhi sukacita, keberuntungan dan kebahagiaan. Maka dia berasumsi sedikit luka justru merupakan keadilan. Ataukah dia berasumsi, dengan kondisi terluka mungkin saja saya akan berubah menjadi orang seperti dia? Orang-orang yang mengalami kepahitan dan kesakitan.

Dari sebuah buku saya dapatkan kalimat ini : yang dapat kita lakukan hanyalah mencoba bangkit melampaui pertanyaan ”mengapa itu terjadi?” dan mulai bertanya “apa yang dapat saya lakukan sekarang, sesudah hal itu terjadi”

Mampukan kita memaafkan dan mencintai orang-orang lain di sekitar kita, kendati mereka telah melukai kita dan membuat hati kita kecewa karena ketidaksempurnaan mereka?

Tanggapan itu dapat berupa respon Ayub dalam kisah Alkitab menurut versi MacLeish-memaafkan dunia atas ketidaksempurnaannya, memaafkan Tuhan atas ketidakmampuan-NYA menciptakan dunia yang lebih baik, mendekati orang-orang di sekeliling kita dan melanjutkan hidup tanpa mempedulikan itu semua.

Seorang teolog abad ini pernah menulis :

Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU untuk mengakhiri peperangan; Sebab kami tahu, dunia ini telah Kauciptakan sedemikan rupa sehingga manusia harus menemukan jalannya sendiri menuju perdamaian dalam dirinya sendiri dan dalam diri sesamanya.

Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMu untuk mengakhiri bencana kelaparan; Sebab Engkau telah memberi kami segala macam sumber cukup untuk menghidupi dunia ini seluruhnya, asal saja kami dapat memanfaatkannya dengan bijak.

Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU, untuk membasmi prasangka kami sampai ke akarnya, sebab telah Kauberikan mata kepada kami, untuk melihat kebaikan dalam diri semua manusia, asal saja kami dapat menggunakannya dengan benar.

Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU untuk mengakhiri keputusasaan, sebab telah Kauberikan kekuasaan kepada kami untuk menggusur kemelaratan dan menegakkan harapan, asal saja kami menggunakan kekuasaan kami secara adil.

Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU, untuk membasmi wabah, sebab telah Kau berikan budi cemerlang kepada kami untuk menemukan obat dan penyembuhan, asal saja kami menggunakannya secara konstruktif.

maka kami berdoa padaMU, ya Tuhan,
berilah kami kekuatan, keberanian dan niat yang kuat,
untuk berbuat, bukan hanya meminta,
untuk menjadi, bukan hanya mengharap belaka. (Jack Riemer-Likrat Shabbat)


Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (matius 6:27)

Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?

ANTUSIASME 2008

Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.

sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.

Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.

Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)