
Wednesday, July 11, 2007
PENGALAMAN BERISTRI

Wednesday, July 04, 2007
MARI BERMIMPI LAGI…, MIMPI BARU

tidak menjadikanku seperti Herodes
yang mati karena tidak bersedia memberi hormat
dan aku mulai bermimpi lagi
dalam kebebasan dan ketidaksempurnaan
seorang manusia yang mencintai kepedihannya
(caroline pintauli)
Pernahkan anda bermimpi dalam tidur? Pasti pernah. Namun biasanya anda lupa mimpi anda semalam-jika tidak terlalu seru. Atau jika anda ditanya beberapa jam kemudian, anda tidak mengingat mimpi itu seutuhnya.
Namun saya tidak begitu. Saya masih mengingat mimpi saya sewaktu kecil, sewaktu SD, sewaktu bertemu malaikat, sewaktu mati-roh saya meninggalkan tubuh melesat ke udara, sewaktu bertemu beberapa hantu ataupun makhluk halus lainnya, sewaktu merindukan orangtua saya, sewaktu melihat kejadian lampau, sewaktu seolah bertemu leluhur saya yang menyimpan emas, sewaktu sebelum keponakan saya meninggal, sewaktu ribuan ular mengepung saya dalam sebuah pulau dan berbagai mimpi seru lainnya.
Kenapa begitu? Saya sendiri tidak tahu.
Kata orang, alam bawah sadar kita yang membuat kita bermimpi, termasuk keinginan-keinginan yang terpendam. Sebagian orang berkata, mimpi itu bisa merupakan firasat atau tanda kejadian yang akan datang, sebuah pesan, sebuah ekspresi rasa tertekan dan sebagainya. Namun bisa saja mimpi tersebut hanya sebatas mimpi, numpang lewat dalam pikiran kita sebagai bunga-bunga tidur. Karena tidak semua orang, sengaja meluangkan waktu atau mau menyisakan waktu untuk menganalisis mimpi-mimpinya- di tengah kondisi yang serba cepat berubah dan tak menentu ini.
Namun kejadiannya menjadi aneh, jika seorang pemimpi seperti saya tiba-tiba berhenti bermimpi selama lebih dari 60 hari. Ada apa gerangan? Apakah saya tiba-tiba nyenyak tidur ataukah memang tidak tidur?
Yang pasti ini disebabkan bukan karena saya nyenyak tidur. Bagaimana mungkin seorang yang sedang bersedih dan terluka bisa nyenyak tidur? Setidaknya orang-orang terdekat saya menganggap begitu. Mereka menyebut saya orang baik yang ketimpa kemalangan. Mereka menyumpahi dan menghujat orang yang melukai saya-seolah keberadaan saya, kondisi saya, diri saya tidak pantas dilukai atau mereka gagal menemukan suatu alasan yang cukup relevan untuk seseorang bermaksud menyakiti saya.
Yup. Hidup ini seolah memang tidak adil kata teman-teman saya. Kenapa saya yang termasuk orang baik mengalami luka ini. Dari segi pandang teman-teman saya, mungkin seolah benar. Namun bagi orang yang melukai saya, itu adil, karena kehidupan saya selalu dipenuhi sukacita, keberuntungan dan kebahagiaan. Maka dia berasumsi sedikit luka justru merupakan keadilan. Ataukah dia berasumsi, dengan kondisi terluka mungkin saja saya akan berubah menjadi orang seperti dia? Orang-orang yang mengalami kepahitan dan kesakitan.
Dari sebuah buku saya dapatkan kalimat ini : yang dapat kita lakukan hanyalah mencoba bangkit melampaui pertanyaan ”mengapa itu terjadi?” dan mulai bertanya “apa yang dapat saya lakukan sekarang, sesudah hal itu terjadi”
Mampukan kita memaafkan dan mencintai orang-orang lain di sekitar kita, kendati mereka telah melukai kita dan membuat hati kita kecewa karena ketidaksempurnaan mereka?
Tanggapan itu dapat berupa respon Ayub dalam kisah Alkitab menurut versi MacLeish-memaafkan dunia atas ketidaksempurnaannya, memaafkan Tuhan atas ketidakmampuan-NYA menciptakan dunia yang lebih baik, mendekati orang-orang di sekeliling kita dan melanjutkan hidup tanpa mempedulikan itu semua.
Seorang teolog abad ini pernah menulis :
Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU untuk mengakhiri peperangan; Sebab kami tahu, dunia ini telah Kauciptakan sedemikan rupa sehingga manusia harus menemukan jalannya sendiri menuju perdamaian dalam dirinya sendiri dan dalam diri sesamanya.
Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMu untuk mengakhiri bencana kelaparan; Sebab Engkau telah memberi kami segala macam sumber cukup untuk menghidupi dunia ini seluruhnya, asal saja kami dapat memanfaatkannya dengan bijak.
Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU, untuk membasmi prasangka kami sampai ke akarnya, sebab telah Kauberikan mata kepada kami, untuk melihat kebaikan dalam diri semua manusia, asal saja kami dapat menggunakannya dengan benar.
Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU untuk mengakhiri keputusasaan, sebab telah Kauberikan kekuasaan kepada kami untuk menggusur kemelaratan dan menegakkan harapan, asal saja kami menggunakan kekuasaan kami secara adil.
Ya Tuhan, tiada cukup kami hanya berdoa padaMU, untuk membasmi wabah, sebab telah Kau berikan budi cemerlang kepada kami untuk menemukan obat dan penyembuhan, asal saja kami menggunakannya secara konstruktif.
maka kami berdoa padaMU, ya Tuhan,
berilah kami kekuatan, keberanian dan niat yang kuat,
untuk berbuat, bukan hanya meminta,
untuk menjadi, bukan hanya mengharap belaka. (Jack Riemer-Likrat Shabbat)
Tuesday, June 26, 2007
Menjadi Istri Kepala Daerah? No thanks!
malaikat di sampingku mengingatkan tinggalkan dirimu
setanpun disampingku menyuruhku untuk bersamamu
ku cinta kau
ku tak bisa tinggalkan mu ataupun bersama mu
‘Kak, lagi dimana? Ini kami pemuda gereja mau ketemu sekarang.’
Wah..ini permintaan atau perintah? Pasti urgent.
‘Oke. Saya lagi di kota, kira-kira satu jam lagi, mau ketemu dimana?’
Sambil makan siang, saya berpikir…hmmm ada apa nich, tumben pada mau ketemu semenjak terakhir..kapan itu? bulan juli tahun lalu? Apa mereka mau pada mohon tinggal di rumah saya karena diusir?
Datang lagi sms ‘kami di sekretariat, kalau bisa kakak kemari atau mau ketemu dimana?’
Buset. Lagi-lagi ini permintaan atau perintah?
Saya balas ’oke bentar lagi saya datang.’
Setelah menghabiskan makan siang saya menuju kesana. Benarlah ternyata mereka mau bertanya apakah rumah kontrakan saya bisa dijadikan kantor untuk ruang baca para pemuda gereja-coz mereka butuh kantor yang luas untuk sekitar 50 orang.
Namun sudah banyak yang berubah semenjak saya trauma membuat rumah kontrakan saya sebagai Rumah Terbuka (baca: open house). Yang barang-barang hilanglah, yang buku dipinjam tidak baliklah, yang sembarangan pakai telepon lah..interlokal di siang hari lagi! Belum lagi soal orang-orang yang keluar masuk rumah, sehingga mengganggu privacy dan ketenangan saya, yang menjadikan rumah ini tempat kencanlah, bahkan pernah saya memfasilitasi pertemuan mulai dari makanan- yg saya masakin, plus cuci piring dan melayani layaknya pelayan restoran.Uh! Mau apa lagi anak-anak muda ini?
Yach..musti pelan-pelanlah..jangan kasar-kasar macam perempuan kampung, menggaruk keras-keras bahkan sampai diangkat pula bajunya di depan publik. Hi..hi..hi saya tidak bisa menahan tawa membayangkan kalo saya jadi istri pejabat..pasti banyak mendapat protes karena penampilan saya yang cuek, sambil mengingat-ngingat apa kebiasaan jelek saya di depan umum.
Wakakkaaaaak…!!! tawa saya meledak. Ingat ketika jamuan makan malam Bulan Agustus tahun 2003 dalam rangka Hari Kemerdekaan, saya sempat dikomentari Pak Walikota saat itu yang bilang: wah banyak sekali makannya?
Mula-mula saya jawab ” Ah tentu tidak.”
“Maaf ibu sedang hamil?”
“Oh tidak.”
“Lho kok perut ibu besar?”
Mana saya tahu, tanyalah Tuhan?” dan kami ngakak sepanjang sore itu diiringi muka masam petugas. Rasain lo!
Masih mending jadi istri walikota atau bupati, jadi istri Gubernur apalagi! Jangan-jangan kita bersin pun musti dengan tehnik halus-seperti menggaruk (bagaimana pula bersin dengan tehnik halus?) Apalagi saya punya kebiasaan makan bakso dan es kelapa di warung pinggir jalan, makan es krim sambil jalan kaki, nongkrong sama abang becak dan pedagang kaki lima.Oalah..
Sunday, June 24, 2007
DIA tidak cocok..
Friday, June 22, 2007
KEKASIHKU PULANG
O, jiwaku, janganlah mengharapkan kehidupan abadi. tetapi jelajahilah segala yang mungkin sampai tuntas (PINDARUS, Piticus ke-3.)
Beribu kejanggalan mangkus dalam sembahyang sepi ketika diri bekerja dalam diam tak seorang pun kan tahu the trouble that I face. Hanya nurani beku terbungkus puisi biru. Ke hadirat Sang Maha tak bernama dan telah kucoba untuk menamai sepanjang abad perjalanan usia.
Ini adalah semacam kado yang terlambat datang. Semoga kau menemukan Ruh yang baek untuk menjadi jodohmu. Meski kau pernah jadi belahan Ruhku di masa kehidupan lampau. Bukankah kita dilahirkan kembali bukan untuk mengulang-ulang kesalahan masa lampau melainkan untuk memperbaikinya? Aku tak cukup baik bagimu. Aku terlalu dekil untuk bisa mewujudkan mimpi malaikat, dahyang, demits, jin, atau apa pun lah namamu – andai bisa kunamai – seindah kamu. Aku ini cuman seorang pemimpi yang tak pernah jera untuk mengulang-ulang mimpi. Telah kutandai perjalanan sejarah dengan beribu impian tentang indahnya penciptaan. Mungkin aku terlalu capek melawat perjalanan jaman ke jaman. Selalu saja isyarat-isyarat semu yang kusendiri tak pernah tuntas untuk memahami. Telah kureguk cawan perjanjian hidup abadi. Sepanjang jaman berganti wujud berganti bungkus. Telah kulahirkan beraneka ragam dongeng misteri yang kusendiri tak tahu pasti, ngapain kulakukan semua itu? Setapak ini kadang begitu terasa panjang dan berliku namun kita toh musti menyusurinya demi bersetia pada nurani dan gerak hidup yang paling dalam.
Memang sudah lama bahkan terasa sperti terlalu lama tapi tetap saja kesadaran itu hinggap dan lepas silih berganti. Bagai panel-panel listrik dengan swicht off-on yang tak jelas bagaimana mengoperasikannya.
Selamat pagi Bunga. Hujan sepanjang malam membuatmu semakin berseri meski lekang dalam kepahitan puja puji.
Kekasihku pulang. Naik becak bersandal jerami.Setelah sekian lama pergi.Wajahnya nampak kurus. Rambut ikalnya memanjang sebahu.Sementara matanya berkilat-kilat tajam.Ia tak cerita sudah melanglang kemana saja setelah pergi sekian abad. Hanya semua orang sudah tahu.Bahwa hampir separuh bumi telah menjadi miliknya.Bekal dua keping ikan lima ketul roti serta seikat dinar yang dibawa dari rumah telah ia putar dalam perdagangan.
Sudah kaya ia sekarang.Tapi baju, jubah dan sandalnya masih tetap sama dengan ketika ia berangkat.Lalu untuk apa kekayaan itu? Raut mukanya tetap tak mengunjukkan roman bahwa ia amat kaya.Bau tubuhnya pun masih biasa saja sama seperti dulu: Sedikit apak oleh keringat. Tak ada aroma parfum sebagaimana aroma tubuh orang-orang kaya. Hanya sorot mata dan lekukan senyum di bibir itu yang menyatakan bahwa kekasihku bukanlah orang miskin.
Apa saja yang sudah kau kerjakan duhai kekasih? Hingga kau bisa sedemikian kaya?
Tak ada yang kukerjakan. Aku hanya jalan dan berjalan, bertandang ke rumah orang-orang, menyapa dan menyapa.Kutanyakan khabar mereka.Bagaimana cara hidup mereka.Apa saja yang telah orang-orang itu lakukan ketika jauh dari rumah. Hanya itu. Tak ada yang kukerjakan.
Sudah barang tentu tak seorang pun percaya apa yang ia katakan. Semuanya ingin mendengar cerita-cerita hebat dahsyat dan muskil;ternyata kekasihku tak menceritakan hal-hal itu.
Aku sendiri tidak tahu kalau orang-orang mengatakan bahwa hampir separuh bumi telah menjadi milikku.Kalian lihat sendiri aku pulang tak membawa apa pun selain baju dan sandal yang kubawa dari rumah ketika aku pergi dulu?
kau jangan mengada-ada. Sudah bosankah dengan puja-puji? Telah muakkah akan segala gelimang kekayaan? Kenapa tak kau pakai jubahmu yang paling mentereng hingga kami semua dapat yakin dan turut menikmati kekayaanmu? Atau kau telah menjadi sedemikian kikir. Tak hendak membelanjakan sedikit uang bahkan untuk sepotong baju indah yang paling sederhana sekalipun?
Keindahan itu terasa subtil..ketika hati hinggap pada wilayah tanpa peta..dan kakimu pun kupu2 mungil..cekatan merangkai mimpi,kereta datang meski tanpa lintasan.Sembari bergumam sendiri, Ia hanya tersenyum tak sekata pun membalas.
Dan semuanya pun kembali seperti sediakala seperti senja kala.Seperti Ayub setelah melewati masa-masa suram maka dipulihkanlah martabatnya, kekayaannya, kesehatannya, ketenarannya, serta kemuliaan hidupnya berlipat-lipat kali seperti sebelum mengalami kesuraman atas kehendak HidupNya.Bebatuan keras tanpa meragu. Ya Sobatku memang batu karang tak terpahami. Ia memegang teguh sesuatu yang bahkan tak bisa dipahami oleh mereka yang telah membuka pintu keabadian.
Chrisman Hadi
(dikutip dari e-mail..uh jangan marah say..)
[1] Sakjok Jumblek, adalah ungkapan khas dialek medok khas Kota Surabaya, yang kurang lebih berarti, ekspresi terheran-heran karena selama hidup belum pernah menemui atau mengalami sesuatu yang baru saja ditemui atau dialaminya. Misal, ketika dulu pertama kali saya ditraktir seorang kawan untuk menginap di hotel bintang lima. Maka saya akan menyatakan keheranan saya dengan ungkapan,â€Sakjok Jumblek aku belum pernah menginap di hotel berbintang limaâ€.
[2] Sampai rasanya seperti mati berdiri dan jantung berdebar keras.
[3] I never deny U. Why I always hear your voice? You never know, I knee U, You never knee
Wednesday, May 30, 2007
MENIKAHLAH KARENA CINTA

Menikahlah karena CINTA. Jangan pernah menikah karena orang lain, ingin menyenangkan orang lain, ingin mewujudkan mimpi orang lain, apalagi mimpi negara kacau ini, ingin mewujudkan kepentingan-kepentingan atau suara-suara selain dari suara hatimu sendiri.
Menikahlah karena dia lah orang yang kau cintai lebih dari apapun di dunia ini, bukan nomor dua setelah karirmu, kaul mu, sumpahmu, pekerjaanmu, ambisimu, cita2 mu, keluargamu, teman2mu.
Menikahlah karena telah memilih untuk berbagi kehidupan bersama orang yang tepat...
'laki-laki SEMPURNA adalah laki2 yang bisa berada dimana saja, namun MEMILIH untuk berada bersama mu-karena dengan begitu, hidupnya menjadi lebih baik'
Wednesday, May 02, 2007
HIDUP DARI PUISI DAN CINTAMU

kala si cantik lucifer pergi dari rumah angin..ia pamit padaku untuk segera kembali..tatkala singgah di seratus hati maka ia enggan pulang maka Kucari ia di ayunan biduk Besar..Kuacak-acak nebula untuk menemukannya kerna ranjangku dingin kala ia tak ada. Dan bumi pun bergetar takmampu menanggung amarahKU..lalu akupun tak peduli pada yang hidup apalagi si mati.Kugenggam galaksi maka remuklah matahari kerna HIDUP ku tak bisa hidup tanpanya..dimana dirimu lucifer kekasihku?
Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?
ANTUSIASME 2008
Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.
sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.
Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.
Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)