Wednesday, April 04, 2007

I'm a girl, I' m a woman


Memasuki Bulan April…hmmm, ada banyak kejutan menyenangkan sekaligus mengherankan. Aku diundang dalam rapat wanita gereja untuk memberikan semacam brainstorming kepada ibu-ibu pengurus gereja yang datang dari beberapa resort-semacam daaerah regional.Ini cerita dan laporannya…

Dalam RPL Pengurus Pusat Wanita tgl 30 maret s/d 1 april 2007 kemarin, saya diundang pengurus (sekretaris pusat wanita GKPS) untuk melakukan brainstorming kepada peserta RPL yang jumlahnya 132 orang (mewakili 69 resort dari total 104 resort GKPS). Per sektor diwakili ketua wanita resort dan sekertaris.

Dalam rapat itu saya pikir saya hanya diundang berdiskusi dengan beberapa orang (dalam tim) untuk membuat program wanita untuk tahun 2008.., eh ternyata malah diminta ke depan,ceramah didepan 132
peserta RPL wanita: memberi masukan wawasan bersama dengan Ibu Jenni Girsang kepada peserta RPL. Buset.. Kami diberi waktu 1 jam berdua termasuk sesi tanya jawab.


Ketika pertama bertemu Ibu jenni girsang, beliau berkata pada saya: "sudah sering aku dengar namamu, ini toh orangnya!" (ya ampun..dalam hati) Ibu Jenni Girsang seorang motivator hebat yang mampu membangkitkan semangat peserta RPL dengan ucapannya yang memberi kekuatan, sebuah kombinasi pemahaman alkitab dan pemberdayaan pribadi.

Ibu jenni membawakan tentang UKM, tentang bagaimana menambah penghasilan wanita dan bagimana membuat sebuah kegiatan besar yang bermanfaat untuk pengembangan ekonomi,semacam pameran atau bazar untuk memperingati 50 jubileum wanita gkps tahun 2008.

CP seperti biasa mengoceh soal bagaimana perempuan dapat berpartisipasi dalam kebijakan publik, keputusan politik, pemberdayaan perempuan, bagaimana bersatu mengorganisir diri membangun kekuatan, sebagai pengambil keputusan, berperan aktif meningkatkan gizi anak2, meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan sesuai tujuan yang tercantum dalam aturan seksi wanita GKPS, tentang pelatihan fasilitator pendidikan, tentang kekerasan dalam rumah tangga, UU KDRT,tentang ide pembentukan women crisis center,
tentang program2 yang semakin ditingkatkan spserti kampanye hiv aids, narkoba, kesehatan reproduksi dll

bayangkan..:) seluruh peserta seolah "terpana" ada 2 wanita br girsang dan br purba yg tiba2 seolah berpidato tanpa teks memberi masukan kepada mereka.Apalagi yang satunya masih gadis.hi..hi

Ketika ada sesi bertanya, tahukah apa yang ditanyakan?

1.Apakah berpolitik itu contohnya adalah masuk partai? mengingat untuk masuk partai kan haruys ada kapasitas tertentu yang belum tentu dipunyai wanita gkps-tidak semua punya kapasitas itu
2. Bagaimana mengatasi kekerasan dalam rumah tangga? bagaimana jika suami selingkuh? apa yang harus saya lakukan?

YUP. That's it! akhirnya keluar juga..begitu banyak laki2/suami yang berselingkuh dan menyalahkan perempuan atas kondisi tersebut- termasuk mertua perempuan he..he.Wanita GKPS perlu sebuah tempat
konseling yang difasilitasi pdt juga ahli tertentu untuk mengatasi masalah rumah tangga, termasuk kekerasan yang dialami nya.

Tentang keterwakilan perempuan: kalo sepintas dilihat dari banyaknya wanita yang terlibat dalam kegiatan gereja, -seolah keterwakilan wanita GKPS tidak ada masalah. Dalam diskusi kelompok terkuak ada juga GKPS yang punya semacam Konseling untuk persoalan rumah tangga dan kekerasan seperti di GKPS Bekasi. Namun hanya itu. Daerah lain belum ada bahkan ide ini sepanjang 5 tahun terakhir kandas di tingkat pusat karena
faktor budaya, takut kasus menjadi gosip di lingkungan gereja dsb.

Ini data2 keterwakilan wanita di sinode bolon.(sumber susukara gkps 2007)

Dari data anggota majelis yg berjumlah 35 orang, hanya 2 wanita, 33 pria ---wanita 6%

Dari anggota sinode seluruh distrik terdiri dari 229 perutusan per sektor, 226 pria, 3 wanita -----wanita 1,1%

Praeses ada 7 semua pria, wanita 0%

Dari PW yg perutusan sinode bolon 9 wanita, 1 pria mewakili 80 PW

Dari 176 pendeta gkps, 143 pria dan 33 wanita : diwakili berapa pria dan wanita? anggap ada 10 orang pendeta wanita.

Jika dinilai dari jumlah jemaat sekitar 210 jiwa maka jika jumlah wanita diasumsikan 1/2 lebih dari jumlah itu maka ada sekitar 110 jiwa jemaat wanita yang diwakili oleh : HANYA 10 pendeta wanita + 9 PW (itupun krn jabatan) + 3 utusan sinode per resort + 1 ketua umum wanita GKPS + 2 wanita anggota majelis maka jumlahnya hanya: 6 orang wanita mewakili 210 jemaat wanita GKPS!!!

Jika dari 6 orang ini "tidak berani bicara-termasuk pendeta wanita dan PW maka darimana akan ada perbaikan tentang program wanita GKPS?????

jika peserta sinode bolon 35 + 7+ 10+ 229 dsb misal ada 250 an maka hanya ada 6 wanita peserta mewakili (hanya sekitar 2,4% wanita)

Saya tidak punya data dari jumlah se-GKPS, sintua 6204 orang dan syamas 5974 berapa wanita nya. Ini akan mempermudah menganalisis kondisi selanjutnya tentang apa yang dibutuhkan dalam program wanita gereja.

Thursday, March 08, 2007

LOVE PART THREE : Maaf Anda Belum Punya Suami?




"Begitu tidak ada lagi makna, semua hal menjadi dapat dihadapi-semua termasuk kebaikan" (Pergulatan dengan Absurditas- A.Camus)

Suatu Hari, ketika aku makan siang di warung langganan, seorang bapak yang 'katanya" kenal dengan almarhum Bapak ku menegurku, setelah berbasa-basi sejenak Beliau bertanya, "Jadi Lae di rumah marga apa?" Aku jawab dengan sopan,"Belum Pak! masih sendiri..." Langsung sontak mendadak bapak itu berdiri dan menyalami tanganku.



"Aih maaf ya..maaf, Aku kira udah berumah tangga...aduh cantik, pintar dan punya jabatan begini namun belum punya suami !!!" Maaf sekali lagi maaf.

Lho..kenapa harus minta maaf seolah "belum menikah itu sesuatu yang perlu diberi simpati?" seolah suatu cacat yang harusnya tidak terjadi? wealah..apa aku yang lagi sensi atau si bapak yang gokil ya..? Buset dah! Rasanya seperti melakukan suatu kesalahan fatal yang tidak dapat dimaafkan. Apakah kalo aku perempuan buruk rupa, tolol, dan tidak punya jabatan-hal ini (belum menikah) menjadi suatu yang wajar?

Dalam perjalanan pulang aku berpikir, merasa down dan gak enak hati. Kok bisa-bisa2 nya baru kali ini aku merasa gak nyaman ketika ada orang ' yang menurutku tidak sopan' memperlakukan aku spt pesakitan.

Itu beberapa bulan lalu. Sekarang seiring dengan waktu lama kelamaan perasaan itu hilang diganti kebebasan yang absurd. So What Gitu Loh? Apakah dengan tidak menikah atau memilih tidak menikah maka makna dari hidup ini akan menjadi hilang? Siapa bilang hidup ini berarti jika kita menikah, ketika banyak pernikahan terjadi karena mengejar status dan kenyamanan?

So..aku terkenang seorang tante ku yang tinggal di Jerman. Dia menikah di usia tua dengan pria yang juga sama-sama tua dan berbagi kebahagiaan, berbagi kehidupan hingga kini. Hanya menjalani hari-hari berdua..tanpa target, tanpa harus gono gini dan sebagainya.Bukankah itu cukup menyenangkan-daripada memaksakan diri menikah dengan orang yang tidak kita cintai-hanya sekedar "menikah" atau krn takut kesepian.

Well, setiap orang punya pilihan masing-masing, hanya saja aku memilih untuk mengikuti kata hati. Setiap kali ada seorang yang datang, Aku bertanya padaNYA dan DIA menjawab, yang harus kau lakukan adalah lebih mencintai...lebih mencintai.




Thursday, March 01, 2007

Kenangan Ibunda

Kenangan Ibunda
(26 feb 1935-------------5 feb 2007)
TAK KEMBALI

seandai aku dapat memutar waktu lagi
dimasa sebelum kau pergi dan tak kembali
masih banyak kata yang tak sempat aku ucapkan
dan semoga kau mendengarkan lagu ini
hanya satu cinta yang tak dapat terganti
yang kau beri, yang kau isi
di hati yang kini sepi
andaikan ada cara bagiku
agar kita dapat bertemu lagi
akan kupastikan agar kau mengerti
betapa berharga dan berarti nya diri mu bagiku
karna hanya satu
cinta yang takkan tergantikan
yang kau beri, yang kau isi
di hati yang kau tinggal pergi
di hatiku...yang kini sepi
taken from Andi Rianto album

Sunday, February 04, 2007

LOVE Part Two: Topriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk!!!!!!!

well,
Kenapa judulnya aneh gitu..? karena jika saya kesal, saya suka memangggil teman serumah saya begitu.
Nama sebenarnya Taufik, 24 tahun, ganteng, putih, punya body bagus dan rapi berpakaian-paling tidak dari 100 anak muda di kota ini, dia lumayanlah. Untuk ukuran polisi muda seumuran dia, mungkin dia yang paling baik, dalam arti kata tidak suka kelayapan, bergajulan, tidak main perempuan, tidak minum, bukan perokok, rajin makan sayur, suka diem di rumah nonton tv atau tidur atau ngaji 4 kali sehari. Kalau 2 tahun belakangan ini dia suka membaca itu karena saya memaksanya :) dengan emeng2 duit jika dia berhasil menyelesaikan satu buku!hiks.

Kenapa dia bisa tinggal bersama saya: itu cerita panjang, kapan-kapan saya tulis he..he

Pada suatu hari ketika ngobrol-ngobrol di bulan januari, si Taufik ini mengagetkan saya dengan kata-kata sederhana: "Kak, Saya udah siap kawin"

"Hah?..ama siapa?" (mata saya sampe menjuling ke atas dan mulut saya agak monyong)

"Siapa aja lah!"

"Kamu tahu, kawin itu gak gampang? bukan sekedar hidup sama2 tapi juga bertanggung jawab, melindungi dan setia?"

"Ya, itulah, Awak udah siap. Fisik dan mental.Tinggal duit pestanya aja belum ada." untuk hal ini anak muda tanggung itu cengar cengir.

"wealaaaaahhh." (sedangkan mengurus piring kotornya aja dia belum mampu, pemalas kalo disuruh membersihkan sandalnya, tidak mau membantu membersihkan rumah, malu kalo disuruh bawa belanjaan, belum bisa betulin kabel telepon, masih pelit, gajinya pas-pasan dst dst) tapi ini dalam hati saja. Gak enak mematikan orang yang lagi semangat :)

"Kok tiba-tiba mau kawin, kenapa emang?"

"Ya gitulah. toh hidup ini gini2 aja! kawan2 udah pada nikah semua, tinggal aku."

Buset dah ini orang... sederhana dan lugu banget. (daripada kayak saya yang terlalu njelimet malah gak berani nikah sampe sekarang-tepatnya gak ada yang mau..hi..hi)

"neh..gue bilangin ya? gak semua cewek kayak gue sabar nya menghadapi kebiasaan lo!" so jangan mikir semua perempuan kayak gue..ngalah melihat tingkah laku lo yang nyebelin. Udah gak mau bantuin kerjaan domestik, gak mau patungan, gak mau tau perasaan orang, gak peduli, malas, pokoknya banyak dech!"

Si Taufik bukannya mikir, eh malah monyong2 mulutnya mengikuti ocehan saya. Dasar. Biar tau rasa dia nanti kalo udah punya bini, disuruh ngupas bawang, musti bantuin jaga anak, bersihin kotoran dan diomelin sama istrinya karena gak pedulian, apalagi kalo setoran kurang..hi..hi nanti barulah dia sadar bahwa apa yang saya omongin itu bener.

Sebegitu sederhana kah seorang laki2 dalam memaknai pernikahan? hmmm ada seorang perempuan yang siap membantu dan melayaninya di rumah-sementara dia bekerja mencari nafkah. Bahwa segala urusan rumah adalah pekerjaan perempuan.


Dan saya tiba-tiba berubah jadi nenek-nenek cerewet yang mengomeli cucu nya.
Dan Taufik ngeloyor pergi dengan cueknya.
Sementara itu saya menemukan cucian yang baru sekali puter di mesin cuci, sendal yang berlumpur-bekas pakai, cucian piring yang menumpuk, pakaian kering yang belum diangkat serta lantai kotor bekas oli sepeda motornya...,

Topriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk!!!!!!!!

Thursday, October 26, 2006

LOVE PART ONE

Pagi itu udara sangat dingin. Sejak pukul 6.00hujan sudah turun dengan lebatnya. Mengguyurkota Siantar. Saya sedang membereskan isi tas,sekaligus uang didalamnya, hmm..lumayan masihada 5 lembar 50 ribu plus 7 buah lembar seribuan.Pada salah satu lembar seribuan, saya tertegunmenemukan tulisan dengan pulpen biru : dasima,perawan tingting, 081361780810, wah nomorMedan neh!
Saya berpikir ngapain ya orang nulis nama dan nohp nya? Apakah dia seorang perempuan yangingin dihubungi, atau tulisan itu hanya kerjaaniseng kawannya.Dan pagi itu saya jadi merasa lucu sendiri, jangan-jangan orang ini termasuk seorang yang mencarijodoh lewat lembar ribuan? Jangan-jangan seorangperempuan ‘desperate yang menunggu keajaibanlewat lembar seribuan, dengan harapan akan adaseseorang yang meneleponnya. Soalnya sudahmenjadi hal umum di kota kecil ini, seseorangmemuat nama dan nomor hp dalam rangkamencari jodoh di koran lokal. Jadi semua yangyang saya bayangkan mungkin-mungkin saja.
Dasar pengkhayal! he..he pikiran saya jadikemana-mana. Kenapa orang ini menulis namadan hp nya di lembar seribuan? Kenapa tidak dilembar limapuluh ribuan atau seratus ribuan?Karena besar kemungkinan orang yangmenemukan lembaran itu seorang yang lebihberduit, siapa tahu dia pengusahan yangkesepian hiks.., atau seorang bupati yang masihlajang..ha..ha ada-ada saja!Bisa saja orang yang menulis lembaran seribuansaat itu tidak punya lembar 50 ribuan atau justrudia berpikir lembar seribuan akan lebih banyakdibaca, beredar ataupun ditemukan orang? Ataujangan-jangan dia berpikir, lembar 50 ribuan yangditulisi pulpen akan mengurangi nilai uang itu,sehingga tiap orang yang menemukan justrudipastikan tidak akan mau menyimpannya. Taktahulah. Kok saya jadi pusing sendiri.
Daripada penasaran, bisa saja saya mengecekkebenaran nama dan no hp itu. Tapi sayamengurungkan niat saya, takut kalo ternyata itucuma akal-akalan orang iseng dan saya akanditertawakan, Siapa tahu itu nomor yang sudahtidak dipake dan saya kecele, siapa tahu itunomor orang media kagetan yang menjerat orangtrus dimasukin TV ih!.Pernah nonton film message from the bottle? Filmromantis yang mengisahkan seorang duda yangberduka karena ditinggal istri tercinta, trus diamenuliskan surat curahan hati dan dimasukkan kedalam botol, botol itu dihanyutkan danmengembara ke seluruh penjuru negara.Suatu hari botol itu ditemukan. Saya lupa apakaholeh wartawati atau oleh orang lain. Surat ituditulis dengan kata-kata yang indah sehinggamembuat pimpinan redaksi harian terkenal-tempatsang wartawati bekerja menjadi tertarik danmenugaskan sang wartawati (cantik, masih single,lembut hati dan periang) mencari penulis surattersebut.Melalui lika-liku pencarian informasi dan usahayang tidak kenal menyerah, akhirnya sangwartawati bertemu dengan penulis surat itu(alamak pemerannya Kevin Costner!!!, gak kuaaat!)
Alakisah pertemuan mereka begitu romantis,syahdu, diselingi kelucuan-kelucuan. Prosesmenemukan laki-laki asing penulis surat itu malahmenjadi berita menarik yang dieskspos danditunggu-tunggu banyak orang, menjadi ceritaajaib, seolah mereka ditakdirkan untuk bertemudan berjodoh lewat sebuah surat di botol! Padaakhir cerita memang mereka menikah danmengalami kebahagiaan yang amat sangat.Dan penontonpun lega jika cerita berakhir happyending, sesuai yang diharapkan. Memang maunyacerita berhenti sampai situ, seperti layaknya ceritaPangeran Katak, Snow White atau Cinderela.Diakhiri dengan kata-kata: “dan mereka berbahagiaselamanya.”
Kenyataannya tidak. Laki-laki yang sudahmenemukan apa yang dicarinya itu, justrumeninggal dalam sebuah kecelakaan di laut. Sayalupa pula alasan kenapa dia berlayar, yang sayatahu, dikisahkan laki-laki itu memang sukamenghabiskan waktu berlayar (sebelum bertemu siwartawati)-dalam mengobati sepi hatinya. Kenapadia harus berlayar lagi? Sebuah pelayaran terakhirsambil mengucapkan selamat tinggal?Penonton pun kecewa. Sayapun kecewa. Kecewayang ditularkan, mewabah persis flu burung. Sayatidak pernah mau memutar film itu-seperti yangselama ini saya lakukan kalo ada filmmengharukan, habis akhirnya tidak enak sich!Kenapa ceritanya berakhir seperti itu? Itu kansama saja membuat si wartawati terluka, sama halnya dengan membuat penonton terluka, bahkanmungkin lebih terluka lagi, karena sang wartawatikan cuma sebuah peran.
Tapi itu dulu. Seiring dengan waktu, Saya justru mengambil hikmah positif dari cerita ini. Prosesmenjadi dewasa, pengalaman, kemauan untukterus belajar, pengalaman melihat penderitaanorang lain, pemahaman tentang cinta yangsemakin diperbaharui, kemampuan melihatsesuatu dari berbagai sudut membuat saya tidaklagi berpikir seperti dulu.Bahwa kesempatan memperjuangkan sesuatuyang berharga atau kesempatan meraih apa yangkita mimpikan memang harus dikejar mati-matian.Termasuk di dalamnya kesempatan “memberikan”cinta yang tulus, seperti yang dilakukan wartawatiitu (toh masih banyak pria yang lebih hebat yangbisa ditemukannya di kota, daripada seorangpelaut sendu yang tinggal di tempat sepi). Jikapada akhir ceritanya tidak seperti yang kitaharapkan, itu lain soal.
Menyakitkan iya. Menyedihkan sangat. Namunapa yang sudah dijalani dan dilakukan sangwartawati terhadap laki-laki tersebut- walau singkatnamun sungguh berarti, memberi perubahan hidupdan memang sepantasnya diraih mati-matiandaripada tidak sama sekali. Yang jelas laki-laki itumati setelah merasakan dan melalui kebahagiaan.Sesuatu yang tidak akan pernah diambil darinya.Kisah sedih itu mirip cerita Film City of Angel-favorit saya, diperankan Nicolas Cage dan MegRyan. Mengisahkan seorang malaikat yang sehari-harinya menunaikan tugas sebagai pencabutnyawa di rumah sakit-terutama di ruang ICU.Saking seringnya nongkrong di RS, dia seringbertemu dengan dokter Maggi yang pintar danlembut hati. Karena setiap saat sang malaikatberkeliaran di RS dan punya kesempatan bertemusang dokter, si malaikat pun simpati lalu jatuhcinta, namun mereka tak bisa bersatu karenahidup di 2 dunia yang berbeda.
Setelah mengalami penderitaan dan kerinduanyang amat sangat karena tidak bisa menyatakanapalagi menyentuh pujaan hatinya, maka malaikatmemohon kepada Sang BOS yangmenugaskannya untuk menjadi manusia-merelakan “kehidupan abadinya” ditukar denganketidak abadian, asal bisa bersama perempuanyang dicintainya.Akhirnya memang malaikat menjadi manusia.Mereka bercinta pada suatu malam, begitumenggetarkan dan menghanyutkan. Sayang sekaliSang Bos berkehendak lain. Bos dari SangMalaikat mengambil nyawa dokter Maggi passetelah semalamnya sang malaikat untuk pertamakalinya “merasakan nikmatnya menjadi “manusia”laki-laki. Malaikat merasa sedih bahkan hatinyasangat hancur (kan hatinya udah bisa merasakansakit) namun tak bisa protes atas keputusan “Bos”nya. Hanya satu hari menikmati cinta danbesoknya sang kekasih meninggal. Namun sangmalaikat tidak menyesal karena meninggalkankeabadian yang hambar-tanpa rasa demi satu harimerasakan cinta walaupun sakit.
Cerita ini memang absurd bagi beberapa orang,apalagi yang berjiwa bisnis karena dianggap tidakefektif, tidak efisien apalagi menghasilkankeuntungan. Makanya saya hampir selalu tidakmau berurusan dengan laki-laki pebisnis karenasaya anggap di kepalanya selalu akan adaperhitungan untung rugi. He..heKebanyakan dari kita sering tidak punyakeberanian dan keyakinan untuk memperjuangkansesuatu yang berharga bagi kita, kita seringmematikan suara dari hati nurani kita karena “takutendingnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan.”Takut terkenal karena belum siapmenghadapi publik, takut rugi sebelum memulaiusaha, takut kalah sebelum bersaing atauberperang, takut tak mampu ketika ditawari jadipemimpin, takut gagal sebelum bikin proposal,takut kehabisan waktu sebelum sukses, takutpatah hati sebelum mencintai, takut ditolaksebelum meminta, takut tidak bisamembahagiakan orang yang kita cintai padahalbelum dicoba, takut salah mengambil keputusanuntuk kemudian kita menjauh, takut jika orangyang kita cintai suatu saat akan meninggalkankita, takut bercerai sebelum dilamar, takut ini itudan masih banyak lagi. The greatest problem toovercome : fear
Padahal Tuhan sudah memberi kesempatan padakita untuk memilih dan mempertanggungjawabkanapa yang kita pilih. Tuhan bekerja dengan caraNYA sendiri yang tidak mampu kita mengerti,yang tidak bisa kita pahami dengan keterbatasankita. Tuhan menginginkan kita berproses menjadiumatnya “yang semakin bertumbuh padakesempurnaan” melalui peristiwa manis maupunpahit, melalui kenyataan melukai dan terluka,melalui kursus menerima kelemahan orang laindan mengakui kelemahan sendiri; melaluipelatihan memberi maaf dan meminta maaf.Namun yang kita lakukan adalah memilih, lalumenyesal karena tidak sesuai dengan harapankita, lari dari tanggung jawab atas pilihan kita,datang kepada NYA sambil berargumen : kenapasemuanya harus terjadi? kenapa Tuhan tidakmengubahnya sesuai dengan harapan saya,sesuai dengan apa yang saya inginkan, sesuaidengan standar “kebenaran” yang saya pahami.Wealah…

Kembali ke cerita duit bertuliskan nama dan nohandphone tadi. Saya keburu menyerahkan lembarseribuan itu kepada tukang koran langganan saya.Saya tidak tahu apa yang terjadi kemudian, bisasaja tukang koran tadi menelepon atau entahorang yang lain lagi. Dan lembaran seribuan ituakan terus beredar sampai rusak atau lecek,sampai orang tidak bisa lagi membaca tulisannya,sampai akhirnya dibuang ke tempat sampah.Kejadian tadi menjadi inspirasi bagi saya, bahwakeajaiban bisa terjadi kapan saja, kalau kitameyakininya. So jika anda mau sedikit bertualang,berfantasi, menunggu keajaiban, tulislah nama dannomor ponsel anda pada selembar uang kertas.Siapa tahu.., ada seseorang yang menemukancintanya pada dirimu.Tiba-tiba terlintas dalam benak saya RunawayBrides, ketika Julia Roberts –calon pengantin yangsuka lari meninggalkan pengantin pria di altar-karena keraguan, pada akhirnya kembali berlututdengan kalimat yang diajarkan Richard Gere;untuk mengulang purpose nya, intinya seperti ini :Saya tahu begitu banyak gagalnya cinta dalamperkawinan, bahwa tidak ada jaminan bahwasetiap pasangan akan saling mencintaiselamanya, sama seperti halnya keyakinan bahwatidak mudah memelihara cinta. Tetapi satu halyang pasti dan saya yakin : saya akan matidengan penyesalan jika tidak pernah mencobanyadengan mu. Maukah kau menikah denganku?

Berani mencoba?Love comes to those who believe it.

Monday, October 16, 2006

Pada Sebuah Pantai:Interlude


Saya suka bait akhirnya dan seorang teman mengirimkan bagian utuhnya. Ternyata lebih indah.

Carol, kalo bait yang salah kamu kutip itu, pasti judulnya Pada Sebuah Pantai: Interlude.
mau lengkapnya?

Semua ini hanya terjadi dalam sebuah sajak
yang sentimentil. Yakni ketika pasang berakhir,
dan aku menggerutu, 'masih tersisa
harum lehermu';dan kau tak menyahutku.

Di pantai, tepi memang tinggal terumbu,
hijau (mungkin kelabu).Angin amis.
Dan di laut susut itu, aku tahu,
tak ada lagi jejakmu.
Berarti pagi telah mengantar kau kembali,
pulang dari sebuah dongeng tentang jin yang memperkosa putri
yang semalam mungkin kubayangkan untukmu,
tanpa tercatat, meskipun pada pasir gelap.

Bukankah matahari telah bersalin dan
melahirkan kenyataan yang agak lain?
Dan sebuah jadwal lain?
Dan sebuah ranjang dan ruang rutin, yang setia,

seperti sebuah gambar keluarga(di mana kita, berdua, tak pernah ada)?

Tidak aneh.Tidak ada janji

pada pantai yang kini tawar tanpa ombak (atau cinta yang bengal).
Aku pun ingin berkemas untuk kenyataan-kenyataan,
berberes dalam sebuah garis, dan berkata:
'Mungkin tak ada dosa,tapi ada yang percuma saja.
'Tapi semua ini terjadi dalam sebuah sajak yang sentimentil.
Dan itulah soalnya.
Di mana ada keluh ketika dari pohon itu
mumbang jatuh seperti nyiur jatuh dan
ketika kini tinggal panas dan pasir yang bersetubuh.

Di mana perasaan-perasaan memilih artinya sendiri,
di mana mengentara bekas dalam hati
dan kalimat-kalimat biasa berlarat-larat (setelah semacam affair singkat),
dan kita menelan ludah sembari berkata: "Wah, apa daya.'
Barangkali kita memang tak teramat berbakat

untuk menertibkan diri dan hal ihwal dalam soal seperti ini.
Lagi pula dalam sebuah sajak yang sentimentil

hanya ada satu dalil: biarkan akal yang angker itu mencibir!
Meskipun alam makin praktis
dan orang-orang telah memberi tanda DILARANG NANGIS.
Meskipun pada suatu waktu,
kau tak akan lagi datang padaku.
Kita memang bersandar pada apa yang mungkin kekal,
mungkin pula tak kekal.


Kita memang bersandar pada mungkin
Kita bersandar pada angin
Dan tak pernah bertanya: untuk apa?
Tidak semua, memang, bisa ditanya untuk-apa.
Barangkali saja kita masih mencoba
memberi harga pada sesuatu yang sia-sia.
Sebab kersik pada karang, lumut pada lokan,
mungkin akan tetap juga di sana --apa pun maknanya.

(1973, Goenawan Muhamad)

Thursday, October 05, 2006

REFLEKSI ULANGTAHUN, Go with my bless!

life begin at 40?

Pagi tadi saat belanja, lagi-lagi gadis penjual sayur langganan saya memuji kulit wajah saya yang putih, halus, tanpa jerawat. Well, jika saya masih terlihat awet muda di usia yang termasuk banyak, tentunya ini salah satu dari sekian banyak berkat dari Tuhan yang harus saya syukuri.Namun omong-omong neh, sebenarnya bagi saya kehidupan itu dimulai pada usia 29!

Suatu pagi bulan Oktober tahun 1995, Pak Tua (boss saya di tempat bekerja) mengajak saya duduk di kursi makan.

"Vet-vet, saatnya tiba untuk keluar dari pulau-bukan karena saya mengusir, bukan karena saya tidak suka atau karena pekerjaanmu tidak baik, bukan sama sekali! Kamu sudah membuktikan bahwa perempuan mampu dan bahkan lebih bagus dalam bekerja menangani bisnis penangkaran dan ekspor ini-suatu hal yang saya ragu waktu pertama melihatmu. Namun tidak ada lagi ilmu atau hal baru yang harus dipelajari disini-semua serba rutin."

"Saya lihat kesedihanmu sudah hilang, Kamu bukan Pak Tua ini-yang berapa lama lagi akan mati, tidak boleh terlalu lama bersembunyi di tempat terpencil ini. Di luar sana masih banyak peluang terbuka lebar-yang lebih baik. Saya adalah manusia yang paling jahat dan tidak punya rasa keadilan, apabila membiarkanmu tetap disini, walaupun Pak Tua senang menghabiskan waktu dan hari tua berdiskusi denganmu. Go with my bless!"

Pak Tua menjabat tangan saya selayaknya menjabat tangan seorang ksatria yang akan berperang. Tanpa dihadiahi senjata pedang atau tombak, hanya berkat, doa dan keyakinan bahwa saya akan berhasil. Tapi saya masih senang disini………dan saya masih kehilangan sosok Bapak saya yang meninggal tahun 1994! (itu protes saya dalam hati plus kesedihan meninggalkan rumah dan orangtua kedua dalam hidup saya). Padahal sebenarnya saya takut, takut tidak bisa menemukan kegirangan hidup yang sama dengan alam sekitar-yang saya lalui selama satu tahun belakangan, takut karena tidak tahu apa yang akan terjadi di luar sana, takut menerima kenyataan bahwa orang yang saya jadikan arah selama ini-sudah tidak ada lagi, takut tidak bisa lagi berbaring melamun di landasan helikopter sambil memandangi langit berawan. Masih adakah tempat di luar sana yang bisa dijadikan rumah sekaligus pertapaan berpikir liar, bebas tanpa batas.

Dan puluhan tahun kemudian saya baru menyadari bahwa keputusan Pak Tua itu tepat! Mungkin jika tidak “diusir” saya akan menghabiskan masa muda saya dalam sebuah pulau terpencil bersama ribuan satwa primata yang tidak jelas apakah akan berkembang atau punah, ketidakpastian bisnis eksport dan ketidakpastian pertumbuhan jiwa, walaupun keindahannya sudah memabukkan akal sehat saya.

Begitu banyak yang saya temui di “luar sana” setelah saya meninggalkan Pulau Deli. Praktek dokter hewan, bisnis salon hewan dan pet shop, bergabung dengan walhi sebagai aktivis lingkungan-yang merupakan sekolah saya menemukan keberpihakan pada rakyat kecil, pendidikan politik, disain media, menjadi fasilitator, berbagai training dan pelatihan, kursus, bertemu orang-orang punya visi, perjalanan misi, petualangan keliling Indonesia, ikut dalam proses perubahan demokrasi, terlibat di dalamnya, menjadi kekasih banyak orang, bercinta dan mencintai banyak laki-laki dan menjadi dewasa karenanya, dan yang terutama menjadi manusia pemimpi, yang memilih untuk menjadi “bukan manusia biasa-biasa.”

So, jika anda membayangkan bahwa ulangtahun ke-40 harus nya dirayakan secara besar-besaran dengan pesta meriah, makan-makan dan sejumlah undangan-nyatanya itu tidak terjadi. Di Ulangtahun kali ini, Saya justru repot melayani tamu pembicara untuk sebuah pertemuan dialog publik, makan nasi goreng limaribuan di kantin dekat kantor, menerima sejumlah hadiah dari keluarga di jakarta, ucapan selamat dari teman dekat, mendengar beberapa lagu batak, menertawai kehidupan dan bercinta dengan getaran dahsyat.

Satu hal yang akan kuingat tahun ini, Ciumannya menghanyutkan, membuatku seakan tidak peduli lagi apakah matahari akan terbit esok. Kehidupan berlanjut terus, anda tentunya setuju bukan?

salut,

cp

Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (matius 6:27)

Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?

ANTUSIASME 2008

Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.

sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.

Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.

Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)