Friday, October 24, 2008

LEAVING OUT LOAD

Ini bukan judul film yang dibentangi daniel de vito tapi semacam gebrakan akhir tahun untuk memulai hidup tanpa beban termasuk, juga menghapus keinginan-keinginan muluk yang terlalu dipaksakan. Gebrakan ini termasuk juga memecat anak kost ku yang selama ini bikin pusing dengan tingkah lakunya, mengurangi peliharaan anjing dan membereskan rumah, membuang barang-barang bekas, baju-baju yang tidak diperlukan lagi dan menyusun rumah agar lebih lapang. Terakhir liburan ke tempat-tempat yang selama ini kau impikan. Tidak perlu mahal karena perginya "menggembel" pakai sepatu gunung dan bawa ransel-seperti jaman muda dulu woooooo....
Setelah menjalani diet ketat 3 minggu. tanpa makan daging-hanya tahu tempe, badan terasa lebih ringan. Jangan lupa tidur dibawah jam 11 malam, sempatkan olahraga jam 9 selama 1 jam, walau hanya menjadi artis tanpa penonton, feeling sexy dan nonton film drama minimal 2 kaset seminggu.

Trus jalan ke surabaya, ketemu temen-temen yang mengelola situs internet, menulis laporan dan cerita perjalanan, sukur-sukur diterusin ke bali? weksss..duitnya gak cukup :-( paling pulang ke jakarta sampe akhir tahun. Biasanya ada seminar dan diskusi gratis, lumayan buat nambah wawasan dan pengalaman.

Wednesday, October 01, 2008

SPREADING LIGHT BIRTHDAY

Kalo gue punya duit, bla..bla..bla" wah udah sebulan lalu mimpi bisa bikin spreading light birthday tgl 2 oktober 08, namun apa daya waktunya gak tepat karena idul fitri. Semua temen dan handai taulan akan berlebaran di rumah bupati, kapolres atau wakil walikota..makan enak-enak-karena ditanggung biaya dinas, so ngapain juga ke acara ultah :-(
Lucu rasanya ketika beli kue tart, biasanya ngasih ke orang lain, sesuai permintaan pada bagian atas kue akan ditulis kata-kata ucapan, ulang tahun ke berapa dan nama. Lah ini mau nulis apa? nama sendiri? umur sendiri beeeeee...sampai tukang kue nya bingung sendiri. dasar. Kali aja dia mikir neh orang kok aneh banget beli kue tapi gak antusias mesen tulisan nya wakakakakkkk.
Btw, that's me. 42 tahun. Gak terasa masih diberi kesehatan dan kegembiraan atas hal-hal sederhana. Ada seorang yang istimewa pernah berkata bahwa saya berbakat menggugah orang lain-lewat kata-kata, kata-kata yang penuh kekuatan, spirit, membuat semangat. Masak sih? wah hebat dong.
Yang jelas gak ada acara khusus perayaan. Kalo ada yang inget dan datang paling cuma minum kopi atau teh plus makan kue tart. Malu dong masak gak makan apa-apa. Apalagi kalo bawa angpau dan bunga. Nggak kacek (gak sebanding).
Ngomong2 Sejak kapan ulang tahun seseorang mulai dirayakan?kenapa sih dalam setiap acara ultah harus ada kue tart dan pake acara tiup lilin? kalo gak ada seolah gak sreg. Nah ini hasil browsing saya:
Tradisi ulang tahun sudah dikenal jauh ke belakang. Alkitab mencatat peristiwa ulang tahun Firaun (Kejadian 40:20) sedangkan penemuan arkeologis mencatat prasasti atau catatan kelahiran seseorang jauh sebelum jaman peradaban mesir. Abraham, Daud, Salomo, dan Daniel adalah tokoh - tokoh yang Tuhan berkati dengan harta berlimpah tetapi tidak tercatat mereka mengadakan pesta ulang tahun.
Memang Alkitab tidak menjelaskan dengan jelas mengapa mereka tidak merayakan hari ulang tahun. Sepertinya hari kelahiran bagi mereka bukanlah sesuatu yang pantas dirayakan kecuali untuk menandai umur seseorang saja (sewaktu Yesus berulang tahun ke 12, sesuai adat Yahudi Yesus disunat).
Ada juga tulisan yang membahas merayakan ulang tahun identik dengan perayaan natal-yang kebetulan dainggap hari kelahiran Yesus, padahal Yesus tidak lahir pada tanggal 25 desember. Justru 25 desember adalah tradisi memepringati lahirnya dewa matahari menurut adat romawi.
Seorang tokoh Gereja abad pertama - Origenes (thn. 185-254 Masehi), secara tegas menolak tradisi ulang tahun kelahiran di kalangan umat Kristen. Yang mereka ketahui di jaman mereka orang-orang yang merayakan hari kelahiran atau ulang tahun adalah Raja Herodes – yang memotong kepala Yohanes pembabtis pada perayaan ulang tahunnya, dan sejarah sebelumnya raja Firaun Mesir yang juga membunuh tukang roti istana juga pada acara perayaan ulang tahun sang raja. Hiiiiiiiiii...
Oleh karena itu kebiasaan merayakan hari ulang tahun tidak dijalani oleh orang-orang Yahudi pada jaman Yesus, dan Alkitab sendiri tidak pernah mencatat Yesus Kristus merayakan hari ulang tahunnya, atau murid-muridnya para rasul merayakan hari ulang tahun mereka atau ulang tahun Yesus.
lagu “Happy Birthday To You” tidak disadari sudah menyatu dalam kultur masyarakat kita Lagu yang pertama kali diciptakan pada tahun 1893 oleh dua perempuan bersaudara berkebangsaan Amerika Serikat itu telah menjadi semacam “lagu kebangsaan” atau “Lagu wajib” bagi yang berulang tahun dan berlaku siapa saja tua muda segala lapisan..
bahwa ternyata tradisi perayaan ulang tahun sudah ada di Benua Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang pada zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berulang tahun. Hmm.. ini memang warisan zaman kegelapan Eropa. Wah masak sih segitunya????!!!!
Berdasarkan catatan tersebut, awalnya perayaan ulang tahun hanya diperuntukkan bagi para raja. Mungkin, karena itulah sampai sekarang di negara-negara Barat masih ada tradisi mengenakan mahkota dari kertas pada orang yang berulang tahun. Namun seiring dengan perubahan zaman, pesta ulang tahun juga dirayakan bagi orang biasa seperti kita kita ini loh. Bahkan kini siapa saja bisa merayakan ulang tahun. Utamanya yang punya duit hehehehehhehe.
Dalam adat Cina orang yang berulang tahun diberi telur sebanyak umurnya dan misoa. Misal umur 5 tahun, masak misoa dan rebus telur sebanyak lima butir. Telur yang sudah direbus lalu diberi pewarna merah. Caranya, pewarna merah di taruh di piring beling, dicampur cuka supaya warnanya lebih cerah, lalu telur rebus yang masih panas digelundungin di situ. Jadi deh telur merah.
Misoa adalah makanan tradisional Cina, terbuat dari adonan tepung beras, dipilin-dan ditarik hingga pecah menjadi helai helai seperti rambut putih yang panjaaaaaaang. Karena itu Misoa melambangkan umur panjang, maka yang ulang tahun diberi hidangan misoa, maksudnya mendoakan supaya umurnya panjang sampai rambutnya putih.
Tanggal kelahiran merupakan sesuatu yang penting bagi orang cina. Sebab tanggal kelahiran dipercayai memberi makna dalam sepanjang hidupnya. Tanggal lahir orang, menentukan nasibnya, tabel kecocokannya dengan orang orang tertentu dan tanggal tanggal tertentu. Makanya tanggal lahir menjadi begitu penting.
Waktu acara ultah nyokap ke 70 tahun sih para emak2 tua yang sakit diabetes tetap nyolek kue tart nyokap, bahkan ngambil sepotong gede! Pas saya bilang, inang gak takut gulanya naik, ati2 lhooo????!!! eh dengan tenang mereka menjawab, kalo sekali-sekali mah gak apa-apa, apalagi kue nya orang yang banyak berkat harus diambil dan dimakan sebab konon berkatnya dan keberuntungan nya akan menular.Bah. Makanya saya bela-belain beli kue tart, kali aja ada yang mau nyolek dan makan kue tart saya. Tapi kalo kue tart ultahnya koruptor? Hi..hi..hi.
Next : apa sih spreading light birthday?

sumber: berbagai blogger pribadi (mohon maaf tidak menyebut asalnya karena terlalu banyak ngutip jd kelupaan)

Tuesday, August 05, 2008

NISAN




apa yang akan kau tulis pada nisanmu?
binar kelopak mata anak-anak atau pendar bintang penghias malam? (cp)




Suatu hari saya didaulat (baca: disuruh) untuk membuat disain kata-kata pada nisan keduaorangtua saya. Katanya sih saya termasuk kreatif dalam menulis dan menyusun huruf. walah..



Cari punya cari, sebenarnya saya udah dari dulu kepingin menulis ayat dari Alkitab yang lain dari pada yang lain. Ide itu muncul ketika setahun lalu sahabat saya Alof kehilangan bapak tercintanya. Dia menulis pengumuman di millis begini : telah mengakhiri pertandingan dengan baik dst.



Seberapa banyak seorang anak-di dunia ini yang kehilangan serta bangga akan perjalanan hidup orangtuanya? mungkin banyak mungkin juga sedikit karena saya ragu di tengah dunia yang penuh dengan kepalsuan, hubungan yang renggang antara ortu dan anak, banyaknya bapak-bapak terlibat korupsi dan selingkuh, begitu banyak orangtua taunya hanya menuntut dan menuntut, bahkan perkawinan yang diakhiri perceraian dengan berita besar di koran-orangtua mengumbar kemarahan di depan anak-anak..hmmmm saya rasa tidak banyak.



Jangan katakan sombong bila saya memproklamirkan diri sebagai insan yang paling beruntung, karena lahir dari keluarga yang mengajarkan pride dan kerja keras. Awalnya adalah bapak saya eh lama kelamaan saya justru sadar bahwa ibu saya lebih hebat!



Bapak saya orang hebat dan terpilih! Suatu kombinasi unik antara cerdas, pemberontakan, kegilaan, kerja keras, kreativitas, wibawa, murah hati (baca:boros terarah) dan satu lagi pengayom- suatu kombinasi yang jarang dipunyai laki-laki saat ini. Namun tidak banyak perempuan yang tahan banting mendampingi seorang suami dengan berbagai kesibukan dan pelayanan terhadap orang kecil, dengan duit pas-pas an dan waktu yang banyak tersita melakukan perjalanan keluar negri.



Ada banyak anak gadis yang iri dan ingin punya bapak seperti bapak saya. I said, don't think about it! Really. Bapak saya tidak akan membiarkan anak gadisnya dipersunting laki-laki sembarangan. Mereka harus menjalani beberapa tes sampai akhirnya didapat kesimpulan. Apa mau diperlalukan kayak gitu? hi..hi ntar kayak cerita sinteron kawin lari.



Kini saya menyadari bahwa semua itu hanya akal-akalan bapak untuk men-tes anak gadisnya sendiri. he..he he





Monday, July 28, 2008

Men'e men'e tek'el ufarsin

Men'e men'e tek'el ufarsin - PELAJARAN UNTUK SEORANG RAJA


Ada yang istimewa minggu ini. Bukan karena tahapan pemilu 2009 memasuki tahapan pencalonan legislatif masing-masing partai, bukan pula karena ada pemikiran saya mau diusulkan mendaftar jadi KPU Provinsi Sumut, atau maju jadi calon walikota siantar 2010 hi..hi, tapi karena kotbah minggu pagi 27 Juli 08 di GKPS Sudirman yang membahas mabuk tuak dan juga mabuk-mabuk lainnya. Ketika manusia mabuk, maka ia tidak dapat mengendalikan diri, tidak sadar akan kelakuannya, angkuh, tidak takut akan Tuhan, bahkan erani menghina Tuhan. Pas sebagai pelajaran untuk para calon RAJA/pemimpin!
Alakisah Raja Belsyazar raja orang kasdim yang sesat, dalam mabuk anggur, hawa nafsu dan pesta poranya menjadi hilang kendali dan berani-beraninya mengambil cawan emas dan perak dari Bait Suci untuk dipakai mabuk-mabukan.
Maka pada acara dugem tersebut, raja dibuat pucat, gelisah dan gemetar ketika melihat ada jari-jari angan manusia menulis sesuatu di dinding : Men'e men'e tek'el ufarsin. Apa artinya? Nanti saya jelaskan.
Tulisan yang dibuat "tangan ajaib" itu tidak dapat diartikan atau diterjemahkan oleh para ahli di kerajaan itu, dari mulai ahli nujum, ahli jampi, para kasdim, para orang bijak sehingga raja menjadi bingung dan makin gelisah.
Singkat cerita Daniel yang saat itu terkenal sebagai orang cerdas, rendah hati, penuh dengan roh para dewa, pada nya terdapat kecerahan dan hikmat yang luar biasa, mematuhi perintah Tuhan-mampu menterjemahkan tulisan peringatan di dinding, hingga akhirnya mendapat kemuliaan.
Sebagai penguasa Raja Belsyazar menjanjikan imbalan setimpal kepada bagi yang menterjemahkan tulisan itu. Demikian juga dengan Daniel dijanjikan pakain dari kain ungu, lehernya akan dikalungi emas dan akan mempunyai kekuasaan dalam kerajaan sebagai orang ketiga. Daniel dengan rendah hati berkata, "Tahanlah hadiah Tuanku, berikan pada orang lain, namun aku akan tetap membacakannya" Suatu sikap yang terpuji-bekerja bukan untuk diri sendiri, namun agar Nama Tuhan semakin dimuliakan. Bukan seperti raja yang meninggikan diri lebih dari "YANG MEMBERINYA NAFAS"
Maka diterjemahkanlah kata-kata di dinding. Men'e masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri Teke'l tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan Peres kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia. Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.
Harusnya tulisan itu ada di tiap dinding para pemimpin dan pejabat negara ini untuk mengingatkan :-)

Wednesday, July 02, 2008

GENDER DAN ORGANISASI GEREJA SIMALUNGUN[1]

PENDAHULUAN

Berbicara mengenai gender dan budaya Simalungun tidak terlepas dari kenyataan bahwa peradaban ini telah mengajarkan dan mempropagandakan bahwa laki-laki lebih tinggi kedudukannya dibanding perempuan, bahwa perempuan harus dikuasai laki-laki dan merupakan harta dari milik lelaki. Konstruksi pemikiran ini berpengaruh besar pada budaya-budaya di dunia termasuk Simalungun.

Etnis Simalungun menganut garis keturunan bapak (patriarkat). Ciri patriarkat itu nampak jelas dalam pelaksanaan adat istiadat, antara lain :
1. Marga suami mewarisi marga anak-anaknya dan mewarisi marga anak laki-laki turun temurun.
2. Dalam buku tumpak atau sumbangan biasanya nama bapak yang dituliskan
3. Dalam pembicaraan adat biasanya selalu didominasi oleh bapak
4. Dalam hal ahli waris, dll.
Menurut catatan sejarah, secara sosio-politis Suku Simalungun dipimpin oleh beberapa raja dimana masing-masing raja memiliki daerah kekuasaannya. Poligami banyak terjadi di kalangan para raja, para bangsawan serta orang-orang terhormat seperti anak raja. Maraknya Poligami ini diperkuat dengan adat kebiasaan bahwa kaum pria-lah yang menjadi pewaris harta peninggalan orangtua maupun harta dari saudara orangtuanya jika mereka tidak memiliki anak laki-laki. Jika raja hendak mengawini perempuan lainnya untuk dijadikan istri berikutnya, biasanya tidak perlu meminta persetujuan dari istri pertama dan dari orangtua perempuan tersebut. Bahkan ada kebanggan dari pihak orangtua perempuan jika raja bersedia mengawini anak gadisnya, sebab dengan demikian status sosialnya ikut terangkat. Istri pertama raja disebut Puang Bolon (istri besar) sedang istri berikutnya disebut puang. Jadi pada saat itu kedudukan wanita sangat direndahkan kaum pria terutama jika termasuk rakyat kebanyakan.

BEBERAPA PENGERTIAN
Perbedaan jenis kelamin dan gender.
Jenis kelamin merupakan perbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki. Gender adalah seperangkat ciri-ciri yang spesifik yang dilekatkan kepada perempuan dan laki-laki dan dibangun oleh masyarakat (dikonstruksi masyarakat). Gender juga mengacu kepada hubungan antara perempuan dan laki-laki serta cara-cara bagaimana gender itu dibangun oleh masyarakat. Oleh karena itu gender merupakan istilah yang relatif, di dalamnya tercakup perempuan dan laki-laki. Dengan demikian gender bukan sinonim dari kata perempuan. Gender adalah alat analisis untuk memahami hubungan sosial antara perempuan dan laki-laki.
Kesetaraan gender (gender equality) berarti perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-hak nya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Keadilan gender (gender equity) adalah proses yang adil bagi perempuan dan laki-laki. Agar supaya proses yang adil bagi perempuan dan laki-laki terwujud, diperlukan langkah-langkah untuk menghentikan hal-hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan laki-laki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang diinginkannya. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender.
Hubungan Gender dan Kebudayaan
Adat budaya adalah suatu tata krama yang dikembangkan dalam kehidupan manusia yang mengandung nilai-nilai luhur, yang diwarisi dari generasi ke generasi. Gender mengacu kepada peran-peran dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang ditentukan oleh masyarakat. Konsep Gender juga mengacu kepada adanya harapan-harapan tentang sikap, prilaku dari perempuan dan laki-laki yang disesuaikan dengan peran dan tanggung jawabnya. Berbagi peran dan harapan ini dipelajari, dapat berubah setiap saat dan bervariasi baik didalam maupun diantara berbagai budaya.
Analisis gender memperlihatkan bagaimana subordinasi perempuan dibangun secara sosial. Oleh karena itu berlawanan dari perbedaan yang ditentukan secara biologis yang sifatnya statis. Gender dapat berubah/dirubah. Dalam hal ciri-ciri spesifik yang dilekatkan (baca: dikonstruksikan masyarakat dari generasi ke generasi) maka gender dalam masyarakat Simalungun juga telah mengalami perubahan sepanjang jaman.

GENDER DAN ORGANISASI GEREJA SIMALUNGUN

Dalam hal spiritual, gereja juga turut melegitimasi pemikiran bahwa perempuan tidak cukup mampu dan mereka tidak akan pernah menyamai laki-laki dalam harga dan kemampuan. Prasangka gender bukan hal baru dalam gereja. Bahkan masih banyak gereja yang mengkotbahkan bahwa perempuan diciptakan untuk melayani laki-laki. Padahal, tidak ada dasar alkitabiah untuk ide bahwa perempuan tidak dapat mengangkat suara mereka melawan ketidakadilan, menantang dosa dalam gereja atau memanggil orang-orang pendosa supaya bertobat. Tidak ada tuntutan skriptual bahwa ketika perempuan berdoa, bernubuat, memimpin ibadah, mengajar dalam seminar, membangun gereja baru, memulai rehabilitasi obat-obatan, melayani di penjara atau membawakan kotbah, mereka harus melakukannya secara kurang bersungguh-sungguh dibanding para laki-laki.
Peran Perempuan dalam adat Simalungun pada akhirnya turut mempengaruhi pola pengembangan dalam organisasi gereja/penginjilan, organisasi masyarakat serta organisasi politik.
Dalam catatan perkembangan organisasi di tanah simalungun, sejak 1929 telah berdiri Komite Na Ra Marpodah, Kongsi Laita 1931 di Sondi Raya. Tidak ada catatan khusus berapa anggotanya yang perempuan. Yang jelas ide serta kepengurusan organisasi dipegang oleh kaum laki-laki. Statistik jemaat-jemaat Simalungun pada akhir tahun 1940 memberi gambaran betapa mendesaknya menambah tenaga penginjil demi perluasan Injil Kristus di Simalungun. Tercatat pada 3 resort, 63 jemaat, 7994 anggota jemaat, 1378 calon baptis (anggota persiapan) dan sekitar 93.000 orang yang masih perlu di-Kristen-kan. Keadaan ini tidak sebanding dengan jumlah pendeta yang hanya 3 orang. Seiring dengan dibentuknya Parguru Saksi Kristus di Pematang Raya maka keterlibatan kaum perempuan semakin dibutuhkan.
APA YANG SUDAH BERUBAH
Sudah banyak pendeta wanita di GKPS
Banyak wanita yang aktif terlibat dalam kepengurusan dan pelayanan gereja sebagai syamas atau sintua, namun masih sedikit yang menjabat vorhanger.
Ada organisasi wanita GKPS yang spesifik menjalankan program-program pemberdayaan anggota jemaat GKPS khusus wanita
Adanya Naboru Parhobas sebagai bagian pelayanan konseling GKPS
Adanya WCC (women crisis center) sebagai bagian pelayanan GKPS

YANG BELUM BERUBAH
Belum adanya keterwakilan perempuan dalam sidang tertinggi GKPS bisa dijadikan indikator bahwa selama hampir 105 tahun perempuan belum mendapat tempat dalam ikut menentukan keputusan GEREJA. Dari 120 ribuan anggota Jemaat GKPS, keberadaan perempuan hanya diwakili oleh satu orang, yaitu ketua pengurus pusat wanita GKPS. Alasan yang sering diajukan adalah karena perempuan “dianggap“ tidak mampu melaksanakan tugas seperti laki-laki, masalah hambatan dan keberanian untuk menjadi pemimpin, disamping itu perempuan punya tanggung jawab mengurus suami dan anak-anak di rumah, sehingga khawatir sulit membagi waktu.
Alasan keterwakilan perempuan sudah dipenuhi dengan kehadiran para pendeta wanita, hanya merupakan alasan yang dicari-cari sebagai bukti dari kurangnya kesadaran dan pemahaman para pengambil keputusan, sebab kehadiran pendeta perempuan adalah mewakili jabatannya, bukan mewakili konstituen anggota jemaat perempuan.
Dalam acara-acara gereja, masih terlihat bahwa peran perempuan banyak mengurusi seputar konsumsi

PENUTUP
Perjuangan untuk mencapai kesetaraan gender, termasuk kebebasan perempuan untuk mengelola kehidupan dan tubuhnya, baik di dalam maupun di luar rumah tangga, membutuhkan waktu yang lama dan dukungan dari berbagai pihak. Dibutuhkan perubahan strategi mendasar dalam pemahaman baru akan Firman Tuhan dan Budaya Simalungun agar dapat menciptakan tatanan masyarakat yang adil bagi perempuan maupun laki-laki, jauh dari penindasan sesuai Kehendak Tuhan.

[1] Disampaikan sebagai bahan seminar Gender Berbasis Budaya Simalungun, Pelpem GKPS, 2008

Wednesday, May 07, 2008

RUMAH (ku)

Ada banyak hal tentang RUMAH (ku); sejarahnya, pemiliknya, orang-orang yang pernah berdiam, yang pernah berkunjung, kenangan, pendaran cahaya di jendela, bisikan angin di kisi-kisinya, semua jadi kesatuan yang menggirangkan.

Dari sebuah rumah akan muncul energi, kekuatan, spirit, inspirasi juga kedamaian.

Kita memilih rumah, namun juga rumah memilih kita..


Rumahmu enak buat tidur dan istirahat, kata teman-teman, ...
Rumah ini berhantu kata tukang parabola..dan aku hanya meringis lucu, karena hanya orang-orang bernyali kecil dan bermaksud jahat yang biasanya didatangi hantu rumah ini.
Benar, Rumahmu ada hantunya kata kekasihku.., dan mereka menjadi akrab karena sejenis :-) bahkan di masa depan mungkin kekasihku akan jadi presiden para hantu di Republik ini.
Tinggal setahun lagi aku menempati rumah ini karena pemilik sekaligus pewarisnya akan membongkar menjadi rumah yang lebih layak untuk berdiam sekaligus bisnis. Well, someday aku berharap akan memiliki sebuah rumah yang mirip, bukan bentuknya, tetapi karakter pemiliknya yang disiplin, murah hati dan penuh kasih. Sebuah rumah tempat bertanya, tempat belajar dan bertumbuh, sebuah tempat untuk menemukan kemanusiaan.
Mengapa aku suka rumah seperti ini? besar dengan halaman luas, jendela dan kamar yang banyak-padahal aku cuma sendiri. Karena kenangan akan rumah orangtuaku di masa kanak-kanak. Orangtuaku sering mengadakan pesta dan jamuan makan, sering mengundang orang diskusi dan bernyanyi, bahkan rumah kami dulu menjadi tempat penampungan orang2 kampung yang datang ke jakarta untuk sementara sebelum mereka dapat pekerjaan, pusat kegiatan budaya dan rohani.

Monday, April 28, 2008

RAME RAME MELAMAR JADI DPR

Caroline memang keras kepala. Banyak yang
melarangnya menempuh jalan sepi,
itu pula yang dipilihnya.
Jadilah kamu
tetap seorang pengembara, seperti maumu.
(dian matias saragih)

Kemanakah berlabuhnya para aktivis?
Kursi DPR, Kursi Penguasa atau...
Hati Nurani?

Ini cerita lama tapi terus menerus baru karena memang terus diperbaharui. Cerita nya ketika muda manusia itu penuh dengan semangat dan idealisme, lalu menjelang dewasa ditambah dengan wawasan dan visi misi, lalu setelah agak tua mulai melirik kemapanan dan takut tidak punya jaminan masa depan. Mulailah kegamangan merasuk sukma dan pilihan satu-satunya adalah bagaimana mencari uang dengan cepat untuk tabungan masa tua. Pilihannya ya jadi kepala daerah atau jadi DPR or dprd.

Apalagi di tengah kondisi negara yang makin ruwet ini. Jumlah orang susah semakin banyak, jumlah orang bunuh diri atau sakit jiwa makin ramai diekspos media. Mungkin karena sudah terhimpit dengan kesulitan yang terus menerus saya baca ada 4 kejadian gantung diri karena tidak sanggup bayar SPP :-(

Dan kita kehilangan solidaritas! Orang kaya mempertontonkan kekayaan nya lewat gaya hidup yang bikin ngiler para kaum miskin. Mereka dengan mudah menghamburkan duit di depan begitu banyak orang susah sehingga makin tumbuh kecemburuan.

Well, saya bukan alergi dengan orang2 yang mau duduk jadi legislatif-apapun motivasinya. Nyatanya banyak teman-teman yang sudah disana akhirnya lupa perjuangan. Saya tidak termasuk orang yang suka ngatain mereka-mereka yang mau bercokol disana atas sebuah kata: kemapanan atau cara mencari duit dengan cepat. What ever lah. Toh memaknai hidup ini adalah kebebasan masing-masing orang.

Namun harap diingat ketika masuk dalam sistem itu, banyak orang kesandung, lupa diri bahkan berubah jadi penjahat yang paling jahat. karena apa? karena selagi duduk menjadi dpr/dprd anda berpeluang menjadi bandit sehalus apapun pengertiannya menurut kata dunia.hiks

Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (matius 6:27)

Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?

ANTUSIASME 2008

Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.

sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.

Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.

Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)