Thursday, March 01, 2007
Kenangan Ibunda
Sunday, February 04, 2007
LOVE Part Two: Topriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk!!!!!!!
Kenapa judulnya aneh gitu..? karena jika saya kesal, saya suka memangggil teman serumah saya begitu.
Nama sebenarnya Taufik, 24 tahun, ganteng, putih, punya body bagus dan rapi berpakaian-paling tidak dari 100 anak muda di kota ini, dia lumayanlah. Untuk ukuran polisi muda seumuran dia, mungkin dia yang paling baik, dalam arti kata tidak suka kelayapan, bergajulan, tidak main perempuan, tidak minum, bukan perokok, rajin makan sayur, suka diem di rumah nonton tv atau tidur atau ngaji 4 kali sehari. Kalau 2 tahun belakangan ini dia suka membaca itu karena saya memaksanya :) dengan emeng2 duit jika dia berhasil menyelesaikan satu buku!hiks.
Kenapa dia bisa tinggal bersama saya: itu cerita panjang, kapan-kapan saya tulis he..he
Pada suatu hari ketika ngobrol-ngobrol di bulan januari, si Taufik ini mengagetkan saya dengan kata-kata sederhana: "Kak, Saya udah siap kawin"
"Hah?..ama siapa?" (mata saya sampe menjuling ke atas dan mulut saya agak monyong)
"Siapa aja lah!"
"Kamu tahu, kawin itu gak gampang? bukan sekedar hidup sama2 tapi juga bertanggung jawab, melindungi dan setia?"
"Ya, itulah, Awak udah siap. Fisik dan mental.Tinggal duit pestanya aja belum ada." untuk hal ini anak muda tanggung itu cengar cengir.
"wealaaaaahhh." (sedangkan mengurus piring kotornya aja dia belum mampu, pemalas kalo disuruh membersihkan sandalnya, tidak mau membantu membersihkan rumah, malu kalo disuruh bawa belanjaan, belum bisa betulin kabel telepon, masih pelit, gajinya pas-pasan dst dst) tapi ini dalam hati saja. Gak enak mematikan orang yang lagi semangat :)
"Kok tiba-tiba mau kawin, kenapa emang?"
"Ya gitulah. toh hidup ini gini2 aja! kawan2 udah pada nikah semua, tinggal aku."
Buset dah ini orang... sederhana dan lugu banget. (daripada kayak saya yang terlalu njelimet malah gak berani nikah sampe sekarang-tepatnya gak ada yang mau..hi..hi)
"neh..gue bilangin ya? gak semua cewek kayak gue sabar nya menghadapi kebiasaan lo!" so jangan mikir semua perempuan kayak gue..ngalah melihat tingkah laku lo yang nyebelin. Udah gak mau bantuin kerjaan domestik, gak mau patungan, gak mau tau perasaan orang, gak peduli, malas, pokoknya banyak dech!"
Si Taufik bukannya mikir, eh malah monyong2 mulutnya mengikuti ocehan saya. Dasar. Biar tau rasa dia nanti kalo udah punya bini, disuruh ngupas bawang, musti bantuin jaga anak, bersihin kotoran dan diomelin sama istrinya karena gak pedulian, apalagi kalo setoran kurang..hi..hi nanti barulah dia sadar bahwa apa yang saya omongin itu bener.
Dan saya tiba-tiba berubah jadi nenek-nenek cerewet yang mengomeli cucu nya.
Dan Taufik ngeloyor pergi dengan cueknya.
Sementara itu saya menemukan cucian yang baru sekali puter di mesin cuci, sendal yang berlumpur-bekas pakai, cucian piring yang menumpuk, pakaian kering yang belum diangkat serta lantai kotor bekas oli sepeda motornya...,
Topriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk!!!!!!!!
Thursday, October 26, 2006
LOVE PART ONE
Kembali ke cerita duit bertuliskan nama dan nohandphone tadi. Saya keburu menyerahkan lembarseribuan itu kepada tukang koran langganan saya.Saya tidak tahu apa yang terjadi kemudian, bisasaja tukang koran tadi menelepon atau entahorang yang lain lagi. Dan lembaran seribuan ituakan terus beredar sampai rusak atau lecek,sampai orang tidak bisa lagi membaca tulisannya,sampai akhirnya dibuang ke tempat sampah.Kejadian tadi menjadi inspirasi bagi saya, bahwakeajaiban bisa terjadi kapan saja, kalau kitameyakininya. So jika anda mau sedikit bertualang,berfantasi, menunggu keajaiban, tulislah nama dannomor ponsel anda pada selembar uang kertas.Siapa tahu.., ada seseorang yang menemukancintanya pada dirimu.Tiba-tiba terlintas dalam benak saya RunawayBrides, ketika Julia Roberts –calon pengantin yangsuka lari meninggalkan pengantin pria di altar-karena keraguan, pada akhirnya kembali berlututdengan kalimat yang diajarkan Richard Gere;untuk mengulang purpose nya, intinya seperti ini :Saya tahu begitu banyak gagalnya cinta dalamperkawinan, bahwa tidak ada jaminan bahwasetiap pasangan akan saling mencintaiselamanya, sama seperti halnya keyakinan bahwatidak mudah memelihara cinta. Tetapi satu halyang pasti dan saya yakin : saya akan matidengan penyesalan jika tidak pernah mencobanyadengan mu. Maukah kau menikah denganku?
Berani mencoba?Love comes to those who believe it.
Monday, October 16, 2006
Pada Sebuah Pantai:Interlude

Saya suka bait akhirnya dan seorang teman mengirimkan bagian utuhnya. Ternyata lebih indah.
Carol, kalo bait yang salah kamu kutip itu, pasti judulnya Pada Sebuah Pantai: Interlude.
mau lengkapnya?
Semua ini hanya terjadi dalam sebuah sajak
yang sentimentil. Yakni ketika pasang berakhir,
dan aku menggerutu, 'masih tersisa
harum lehermu';dan kau tak menyahutku.
Di pantai, tepi memang tinggal terumbu,
hijau (mungkin kelabu).Angin amis.
Dan di laut susut itu, aku tahu,
tak ada lagi jejakmu.
Berarti pagi telah mengantar kau kembali,
pulang dari sebuah dongeng tentang jin yang memperkosa putri
yang semalam mungkin kubayangkan untukmu,
tanpa tercatat, meskipun pada pasir gelap.
Bukankah matahari telah bersalin dan
melahirkan kenyataan yang agak lain?
Dan sebuah jadwal lain?
Dan sebuah ranjang dan ruang rutin, yang setia,
seperti sebuah gambar keluarga(di mana kita, berdua, tak pernah ada)?
Tidak aneh.Tidak ada janji
pada pantai yang kini tawar tanpa ombak (atau cinta yang bengal).
Aku pun ingin berkemas untuk kenyataan-kenyataan,
berberes dalam sebuah garis, dan berkata:
'Mungkin tak ada dosa,tapi ada yang percuma saja.
'Tapi semua ini terjadi dalam sebuah sajak yang sentimentil.
Dan itulah soalnya.
Di mana ada keluh ketika dari pohon itu
mumbang jatuh seperti nyiur jatuh dan
ketika kini tinggal panas dan pasir yang bersetubuh.
Di mana perasaan-perasaan memilih artinya sendiri,
di mana mengentara bekas dalam hati
dan kalimat-kalimat biasa berlarat-larat (setelah semacam affair singkat),
dan kita menelan ludah sembari berkata: "Wah, apa daya.'
Barangkali kita memang tak teramat berbakat
untuk menertibkan diri dan hal ihwal dalam soal seperti ini.
Lagi pula dalam sebuah sajak yang sentimentil
hanya ada satu dalil: biarkan akal yang angker itu mencibir!
Meskipun alam makin praktis
dan orang-orang telah memberi tanda DILARANG NANGIS.
Meskipun pada suatu waktu,
kau tak akan lagi datang padaku.
Kita memang bersandar pada apa yang mungkin kekal,
mungkin pula tak kekal.
Kita memang bersandar pada mungkin
Kita bersandar pada angin
Dan tak pernah bertanya: untuk apa?
Tidak semua, memang, bisa ditanya untuk-apa.
Barangkali saja kita masih mencoba
memberi harga pada sesuatu yang sia-sia.
Sebab kersik pada karang, lumut pada lokan,
mungkin akan tetap juga di sana --apa pun maknanya.
(1973, Goenawan Muhamad)
Thursday, October 05, 2006
REFLEKSI ULANGTAHUN, Go with my bless!
life begin at 40?
Pagi tadi saat belanja, lagi-lagi gadis penjual sayur langganan saya memuji kulit wajah saya yang putih, halus, tanpa jerawat. Well, jika saya masih terlihat awet muda di usia yang termasuk banyak, tentunya ini salah satu dari sekian banyak berkat dari Tuhan yang harus saya syukuri.Namun omong-omong neh, sebenarnya bagi saya kehidupan itu dimulai pada usia 29!
Suatu pagi bulan Oktober tahun 1995, Pak Tua (boss saya di tempat bekerja) mengajak saya duduk di kursi makan.
"Vet-vet, saatnya tiba untuk keluar dari pulau-bukan karena saya mengusir, bukan karena saya tidak suka atau karena pekerjaanmu tidak baik, bukan sama sekali! Kamu sudah membuktikan bahwa perempuan mampu dan bahkan lebih bagus dalam bekerja menangani bisnis penangkaran dan ekspor ini-suatu hal yang saya ragu waktu pertama melihatmu. Namun tidak ada lagi ilmu atau hal baru yang harus dipelajari disini-semua serba rutin."
"Saya lihat kesedihanmu sudah hilang, Kamu bukan Pak Tua ini-yang berapa lama lagi akan mati, tidak boleh terlalu lama bersembunyi di tempat terpencil ini. Di luar sana masih banyak peluang terbuka lebar-yang lebih baik. Saya adalah manusia yang paling jahat dan tidak punya rasa keadilan, apabila membiarkanmu tetap disini, walaupun Pak Tua senang menghabiskan waktu dan hari tua berdiskusi denganmu. Go with my bless!"
Pak Tua menjabat tangan saya selayaknya menjabat tangan seorang ksatria yang akan berperang. Tanpa dihadiahi senjata pedang atau tombak, hanya berkat, doa dan keyakinan bahwa saya akan berhasil. Tapi saya masih senang disini………dan saya masih kehilangan sosok Bapak saya yang meninggal tahun 1994! (itu protes saya dalam hati plus kesedihan meninggalkan rumah dan orangtua kedua dalam hidup saya). Padahal sebenarnya saya takut, takut tidak bisa menemukan kegirangan hidup yang sama dengan alam sekitar-yang saya lalui selama satu tahun belakangan, takut karena tidak tahu apa yang akan terjadi di luar sana, takut menerima kenyataan bahwa orang yang saya jadikan arah selama ini-sudah tidak ada lagi, takut tidak bisa lagi berbaring melamun di landasan helikopter sambil memandangi langit berawan. Masih adakah tempat di luar sana yang bisa dijadikan rumah sekaligus pertapaan berpikir liar, bebas tanpa batas.
Dan puluhan tahun kemudian saya baru menyadari bahwa keputusan Pak Tua itu tepat! Mungkin jika tidak “diusir” saya akan menghabiskan masa muda saya dalam sebuah pulau terpencil bersama ribuan satwa primata yang tidak jelas apakah akan berkembang atau punah, ketidakpastian bisnis eksport dan ketidakpastian pertumbuhan jiwa, walaupun keindahannya sudah memabukkan akal sehat saya.
Begitu banyak yang saya temui di “luar sana” setelah saya meninggalkan Pulau Deli. Praktek dokter hewan, bisnis salon hewan dan pet shop, bergabung dengan walhi sebagai aktivis lingkungan-yang merupakan sekolah saya menemukan keberpihakan pada rakyat kecil, pendidikan politik, disain media, menjadi fasilitator, berbagai training dan pelatihan, kursus, bertemu orang-orang punya visi, perjalanan misi, petualangan keliling Indonesia, ikut dalam proses perubahan demokrasi, terlibat di dalamnya, menjadi kekasih banyak orang, bercinta dan mencintai banyak laki-laki dan menjadi dewasa karenanya, dan yang terutama menjadi manusia pemimpi, yang memilih untuk menjadi “bukan manusia biasa-biasa.”
So, jika anda membayangkan bahwa ulangtahun ke-40 harus nya dirayakan secara besar-besaran dengan pesta meriah, makan-makan dan sejumlah undangan-nyatanya itu tidak terjadi. Di Ulangtahun kali ini, Saya justru repot melayani tamu pembicara untuk sebuah pertemuan dialog publik, makan nasi goreng limaribuan di kantin dekat kantor, menerima sejumlah hadiah dari keluarga di jakarta, ucapan selamat dari teman dekat, mendengar beberapa lagu batak, menertawai kehidupan dan bercinta dengan getaran dahsyat.
Satu hal yang akan kuingat tahun ini, Ciumannya menghanyutkan, membuatku seakan tidak peduli lagi apakah matahari akan terbit esok. Kehidupan berlanjut terus, anda tentunya setuju bukan?
salut,
cp
Sunday, September 17, 2006
Pelecehan Seksual
Namanya juga anggota KPU yg dikenal ama lurah2, saya enggak curiga. Eh pas di dalam, tuh orang langsung merayu saya untuk ikutke prapat saja-gak usah diantar pulang. Ups! mati aku!
tubuh saya gemetaran setengah mati, jantung saya mpot-mpotanbayangan saya saat itu, mati deh gue bakalan dibawa kabur-diperkosahiiii...buset selama ini aku kuliahin soal pelecehan seksual ehsekarang malah jadi korban malah gemetaran dan panik!!! aduh.., goblok banget sich gue kenapa gak mikirin dari tadi resikonya numpang sama orang yg gak jelas!
tiba2 saya ingat buku panduan lsm, kalo orang mau jahat spt itukita hrs tenang, sambil berpikir keras bagaimana mengulur waktu.pertama saya bilang, jangan begitu lah..saya bukan gadis yg andamaksud..eh tuh orang malah bilang..gak usah pura2 lah..anak kos biasa begitu. buset!
menjelang jalan sangnawaluh yg gelap dan hujan deras, saya tadinya mau loncat sambil buka pintu. eh pas saya lihat di jalan itu lebihsepi lagi dan lebih berbahaya..., lebih baik tetap di dalam mobil. pikiran saya mutar2 cari akal. tenang..tenang kata saya dalam hati. pokoknya kalo tuh orang nekat, saya juga akan nekat merebut setir atau gebuk2 an sebagai jalan akhir.
krn saya mikir dia seorang lurah,,,pasti takut dong dipecat sama atasannya. Trus saya bilang awas ya kalo macam2, saya ini sepupunya walikota siantar! biar mampus kamu kalo ada apa2 dengan saya!berhasil! dia terkejut sampe mobil berhenti.Bum! saya diatas angin. prilakunya melemah, trus dia bilang borunya siapa kau?saya sebut semua bapak tongah saya:) dan ternayata dia kenal semua!malah kalo ditutur ternyata kami msh famili!!! ternyata dia masihtulang saya.aih!Tapi dasar gak tau malu..dia msh santai aja cengengesan!akhirnya saya sampe dengan selamat di rumah bapa tongah saya. sang tulang brengsek itu masih sempat ngobrol dengan namborusaya seolah tidak terjadi apa2. Muka saya udah ketekuk, sebel dan gak keluar2 lagi dari kamar.
dikemudian hari saya br sadar, SAYA MALAH TIDAK SEMPAT BERDOA. TAPI TUHAN MENOLONG SAYA.
Setelah kejadian itu, akhirnya saya bela2 in beli spd motor- krn kpu tidak menyediakan kendaraan dinas.resiko jd kpu perempuan yach gituhrs berani pulang malam bahkan pulang pagi sendirian.
Saya kapok..ternyata begitulah rasanya pelecehan seksual. Saya yg sok tau, yg katanya, cewek perkasa, mandiri, udah keok duluan. tidak segampang yg diucapkan.
kalo kejadian itu terjadi pada perempuan lugu, anak kecil yg gak ngerti bagaimana ya?.. pantesan di media sering ada kasus akibatperempuan rentan kena pelecehan seksual!
Kejadian ini membawa hikmah,kepekaan saya bertambah, termasuk solidaritas thd korban, saya bisa merasakan bahwa ketika terjadi pelecehan seksual:
1. pertama-tama perempuan "menyalahkan diri nya" (kenapa aku jalan sendiri, apakah aku terlihat seksi, apakah aku terlihat mengundang, apakah kata2 ku salah sehingga membuat laki2 terangsang)
Coba kalo kejadian ini terjadi pada anak gadis anda, kekasih atau teman anda...
Sunday, September 10, 2006
BUTET LOTING
Saya alat Pemantik? (Butet Loting) Tadinya saya tidak tahu apa arti kata “loting” (bahasa simalungun) sampai Pak Frans Purba menuliskan ini :Saya jadi teringat suatu postingan nya CP - menanyakan artinya "loting." Dulu sudah mau saya jawab..lalu lupa. Kalaupun sudah tahu, syukur, akan tetapi saya ulangi, siapa tahu ada yg belum tahu.Loting atau santik (bahasa silima kuta) adalah alat untuk membuat api. Yaitu dengan memukulkan dua buah batu (karang) yg sangat keras. Batu yg satu ada ditangan sebelah kiri (besar) dan lebih lunak sedikit dari batu yg dipegang sebelah kanan (lebih kecil), lalu dihantamkan sampai mengeluarkan percikan api dan berbunyi "TING". Batu itu diperoleh setelah melalui pilihan dan dicoba coba, apakah mampu mengeluarkan percikan api. Ketika terjadi percikan api, maka percikan api itu harus dengan sigap ditampung oleh suatu bahan yg dinamakan "orbuk"(serbuk) yg diambil dari serbuk-serbuk kering pohon enau. Ketika ada percikan api yg ketangkap oleh serbuk, maka dgn sigap pula kita tiup-tiup dengan penuh perasaan agar membesar dan membara, lalu baranya itu cukup besar untuk ditempelkan diujung rokok lalu dihisap. Rokok dulu adalah tembakau dengan dibalut kulit jagung. Lalu orang pun merokoklah dengan nikmatnya. Apabila maksudnya lebih daripada merokok, yaitu utk menyalakan api buat masak, maka percikan tadi harus lebih dibesarkan dengan serbuk yg lebih banyak, lalu bara dalam serbuk itu dipindahkan ke daun-daun kering yang sudah digilas-gilas dengan tangan agar halus. Ketika baranya cukup lalu ditiup sampai menyala, dengan begitulah dulu orang simalungun menciptakan api. Pada umumnya kedua batu tadi dimasukkan kedalam satu kantong khusus bersama persediaan orbuknya, dipaket dengan kantong tembakau dan daun jagung atau daun pusuk, jadilah itu menjadi barang khas bapak-bapak untuk dibawa ke mana-mana. Seingat saya loting itu mulai ditinggalkan sekitar tahun 1951 dengan masuknya korek api made in Swedia, yang terkenal dengan nama "solok cap semut." Lalu pada tahun 1959 didirikanlah pabrik korek api BDB di Pematangsiantar. Saya masih mengalami memakai loting, terutama walaupun dulu korek api sudah bisa dibeli, sering tidak terbeli.
Horas,
Mungkin yang lebih tepat adalah begini iban: Butet adalah panggilan kepada anak perempuan yang kecil, manis lucu dan manja dan sebagainya, sedangkan Loting adalah alat yang dipakai untuk menghasilkan api. Jadi "Butet Loting" artinya seorang perempuan yang manis, manja dsb tetapi bila di sottik (gesek) dapat menimbulkan api, kebakaran dan bahkan musibah Gitu kalee ... jangan marah ya
Fajarta
Jika anda tahu bahwa Anda harus menunggu, mengapa tidak memilih untuk menikmati hidup ini sambil Anda menunggu? Mengapa tidak bergembira sementara Tuhan sedang bekerja mengubah sesuatu?
ANTUSIASME 2008
Sungai dan laut bisa merajai ratusan lembah adalah karena mereka lebih rendah dari lembah-lembah-lembah lainnya, maka mereka menjadi pemimpinnya.
sebab itu, kalau ingin mengatasi manusia bicaralah dengan gaya merendah, kalau ingin memimpin manusia, bicaralah dengan gaya seoloah-olah dirimu tertinggal di belakang.
Begitulah orang suci berada di atas tanpa memberatkan manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi manusia lainnya, berada di depan tanpa menghalangi menusia lainnya maka seisi dunia merasa bahagia dan tak bosan mendorongnya.
Karena ia tak bersaing, maka ia tak tersaingi.. (laozi)