
“Belum ada persamaan gender di Pemko untuk perempuan,”kata Caroline seraya menambahkan bahwa dari segi jumlah dan kuantitas peran kaum perempuan di pemko menurutnya perlu dipertanyakan.
Seperti program dari Kantor Pemberdayaan Perempuan yang mempunyai peranan penting sebagai akses informasi yang berhubungan dengan perempuan, khusus menyangkut kesehatan reproduksi perempuan serta berbagai bidang pengetahuan perempuan. Menurutnya unit kerja seperti ini seharusnya dipimpin orang yang benar-benar memahami soal perempuan. Konsep pemberdayaan perempuan dikatakan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar tersebut akan dibahas melalui lokakarya bertajuk ‘peran kaum perempuan dalam berpolitik’ Tujuannya untuk memberi gambaran peluang, membangun visi dan misi, solidaritas kaum perempuan dalam Pemilu Legislatif 9 April 2009.
Hal itu dikatakan Caroline termasuk mengangkat isu yang berkembang dan perjuangan perempuan bila berhasil duduk di legislatif. Narasumber yang dihadirkan diantaranya Ketua Kpu Siantar Rajaingat Saragih, SH dan Kaukus Perempuan Sumatera Utara Prof DR. Ir. Hj. Darmayanti Lubis yang juga dosen Universitas Sumatera Utara (USU).
Kajian ini lanjutnjya perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana peluang Caleg perempuan di Siantar yang berjumlah 257 orang, sementara jumlah kursi hanya untuk 30 orang. Karenanya perlu diketahui kamampuan bersaing bagi perempuan, termasuk meraih simpati masyarakat dengan komunitas pria.
Jumlah pemilih kaum perempuan di siantar sebanyak 90 ribu jiwa. “Kalau dihitung berarti bisa memperoleh 16 kursi,” ujar Caroline. Melalui Lokakarya ini diharapkan dapat terbentuk forum dialog perempuan dan politik di kota Pematangsiantar secara berkelanjutan. Dan mengenai adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui penentuan suara terbanyak, bukan jaminan memberikan peluang untuk terpilih.(Dosma)
Seperti program dari Kantor Pemberdayaan Perempuan yang mempunyai peranan penting sebagai akses informasi yang berhubungan dengan perempuan, khusus menyangkut kesehatan reproduksi perempuan serta berbagai bidang pengetahuan perempuan. Menurutnya unit kerja seperti ini seharusnya dipimpin orang yang benar-benar memahami soal perempuan. Konsep pemberdayaan perempuan dikatakan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar tersebut akan dibahas melalui lokakarya bertajuk ‘peran kaum perempuan dalam berpolitik’ Tujuannya untuk memberi gambaran peluang, membangun visi dan misi, solidaritas kaum perempuan dalam Pemilu Legislatif 9 April 2009.
Hal itu dikatakan Caroline termasuk mengangkat isu yang berkembang dan perjuangan perempuan bila berhasil duduk di legislatif. Narasumber yang dihadirkan diantaranya Ketua Kpu Siantar Rajaingat Saragih, SH dan Kaukus Perempuan Sumatera Utara Prof DR. Ir. Hj. Darmayanti Lubis yang juga dosen Universitas Sumatera Utara (USU).
Kajian ini lanjutnjya perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana peluang Caleg perempuan di Siantar yang berjumlah 257 orang, sementara jumlah kursi hanya untuk 30 orang. Karenanya perlu diketahui kamampuan bersaing bagi perempuan, termasuk meraih simpati masyarakat dengan komunitas pria.
Jumlah pemilih kaum perempuan di siantar sebanyak 90 ribu jiwa. “Kalau dihitung berarti bisa memperoleh 16 kursi,” ujar Caroline. Melalui Lokakarya ini diharapkan dapat terbentuk forum dialog perempuan dan politik di kota Pematangsiantar secara berkelanjutan. Dan mengenai adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui penentuan suara terbanyak, bukan jaminan memberikan peluang untuk terpilih.(Dosma)

0 komentar:
Post a Comment